Ada beberapa penyebab mengapa anak dicap sebagai ‘nakal’. Kata nakal di sini sengaja saya pasang di dalam tanda kutip, karena bagi banyak orang, anak yang tingkahnya aktif luar biasa itu nakal, padahal ia hanya butuh penyaluran energi yang tepat. Ketika anak mulai suka mengacak makanan, menjambak rambut, atau bahkan nekat memanjat jendela, jangan marah dulu. Ini beberapa penyebabnya.

  1. Lapar

Jangan emosi ketika anak membuka kulkas lalu meremas telur-telur ayam di dalamnya. Ketika sudah berceceran, tahan tangan agar tidak menghajarnya. Ingat, ia darah dagingmu, Bun! Mengapa tega kausakiti keturunanmu sendiri? Ketika ingin memaki, sebelum mengeluarkan berondongan kata-kata pedas, lebih baik pergi ke ruang lain untuk melampiaskan tangisan dan teriakan. Setelah tenang, baru dekati dia.

Bersihkan lantai dan kulkas yang bau amis dengan lap basah, lalu mandikan anak dengan tenang. Tanyakan baik-baik, mengapa ia malah mainan telur? Oh, bisa jadi ia lapar. Ia ingin memasak telur dan menirukan aksi bundanya di dapur, tapi belum tahu caranya, jadi diremas-remas saja.

Jarum jam menunjukkan angka 2, rupanya tingkahnya yang aktif membuatnya lekas lapar, padahal tadi sudah makan siang. Tawarkan untuk makan roti atau biskuit sebagai pengganjal perutnya. Setelah kenyang, bujuk untuk mau tidur siang.

  1. Cari Perhatian

Anak yang suka memanjat meja bisa jadi hanya mencari perhatian bundanya yang sedang asyik menonton video di gadget, hayo, siapa yang kadang kayak gini? Kadang anak hanya ingin disayang, diperhatikan oleh bunda. Akhirnya ia melakukan sesuatu agar sang ibu menoleh ke arahnya, walau hal itu belum benar. Misalnya sengaja mengacak-acak lemari, menumpahkan minuman, dan lain-lain.

  1. Bosan

Bisa jadi anak terlihat ‘nakal’ karena bosan. Sepanjang hari ia terkurung di rumah (karena belum bersekolah). Ketika anak mulai bertingkah, ajaklah jalan-jalan walau hanya di taman dekat rumah. Di sana, ia bisa berlari atau bersepeda untuk menyalurkan energinya.

  1. Cemburu

Anak terlihat ‘nakal’ dan suka mencubit adik bayi? Jangan emosi dulu bunda! Ia hanya cemburu karena semua orang memperhatikan adiknya, sedangkan ia dicuekin. Jadi, ketika sedang memberi ASI, usahakan untuk tetap menyayangi si kakak dengan cara mengelus kepalanya, mengajaknya mengobrol, dan lain-lain.

Ajaklah ia untuk turut belajar mengurus adik, misalnya dengan memilihkan baju, mengambilkan diapers, mengelap dengan tisu basah. Jadi, ia merasa diperhatikan dan sekaligus belajar bertanggung jawab dengan ikut merawat adik. Bisikkan bahwa bunda sayang semua, dan lama-lama ia akan mengerti.

Bagaimana bunda, siap mempraktekkan tips-tips di atas? Sekali lagi saya katakan, tak ada anak nakal. Adanya hanya anak yang bosan dan meminta perhatian. Kasih sayang akan melumerkan emosi negatifnya. Ayo peluk anak-anak sekarang juga.