Saat malam, mata terasa berat tapi tak  bisa tidur. Rasanya hidup ini sumpek, hutang di mana-mana, sudah kerja nyaris 11 jam sehari tapi kemakmuran belum menghampiri. Di saat hampir terpuruk, rasanya hati ini makin terhimpit. Doa-doa dilantunkan, Anda bersimpuh dan berharap ketenangan. Akan tetapi, batin masih sering sering bertanya, bagaimana cara untuk berbahagia?

Rasa bahagia makin langka, bagaikan emas yang harus didulang selama berhari-hari. Saat ingin meraih kebahagian, Anda berusaha sekuat tenaga. Semua target kerja dicatat dengan rapi, setiap peluang usaha yang menghasilkan uang juga dicoba. Ketika semua ikhtiar sudah dilakukan, tetap saja bahagia belum sudi untuk menghampiri.

Pengandaian Semata

Aku bisa berbahagia jika mendapat uang 100 juta. Jika aku beruntung saat mendapat warisan dan kaya mendadak, maka semua kesedihan akan sirna. Kita terus membayangkan kebahagiaan akan datang jika sudah sukses, jika sudah punya mobil, lalu lamunan-lamunan itu datang dan tanpa sadar malah menggerogoti hati.

Saat kita berusaha untuk bahagia, yang ada malah makin sengsara, karena membayangkan suatu hal yang belum terjangkau. Ketika standar untuk berbahagia sudah terlalu tinggi, kapan kita bisa merasakan kebahagiaan yang sejati? Pantaskah kita menyalahkan Tuhan yang dirasa tidak adil dalam membagi kebahagiaan pada setiap umat-Nya?

Jika sudah kaya, jika punya segalanya, jika keluarganya sudah pernah umroh, dan jika-jika lainnya malah membuat Anda menjauh dari kebahagiaan. Banyak orang mencari di mana muara kebahagiaan berada dan sayangnya kebahagiaan itu seakan identik dengan besarnya materi yang dimiliki oleh manusia.

Ketika Anda masih berandai-andai karena banyak keinginan yang belum terwujud, maka kebahagiaan tidak akan pernah menghampiri. Cobalah untuk membuang kata ‘jika’ agar terus berbahagia. Kata itu ringan diucapkan, namun efeknya sangat menancap dan bisa menggerogoti batin karena membuat manusia selalu berangan-angan dan mengeluh akan keadaannya.

Ketika belum punya mobil, maka tersenyumlah dan bersyukur bahwa Anda berbahagia karena bisa mengendarai sepeda motor ke kantor. Saat hujan turun, maka dengan enteng Anda memesan taksi online, alih-alih berpikir jika punya mobil pribadi maka akan selalu terlindungi dari segala cuaca. Mengubah mindset dari perasaan sengsara menjadi bahagia, bisa diwujudkan dengan mudah, asal Anda terus praktek dan melempar kata ‘jika saja’ dari pikiran.

Perasaan Bahagia Tidak Identik dengan Materi

Apa arti kebahagiaan sejati? Jika kebahagiaan diartikan dengan besarnya materi, maka kenyataannya ada orang kaya yang tidak berbahagia, karena saat pensiun tidak ada anak dan cucu yang menemani hari tuanya. Ada beberapa selebritis yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, karena ia tidak tahan mengalami tekanan publik. Kebahagiaan yang terpancar saat ia berfoto di depan mobil mewah miliknya, seakan hanya hal yang semu.

Kesenangan setelah belanja juga diartikan manusia sebagai kebahagiaan, padahal rasa senang hanya emosi sesaat. Ketika nekat memakai kartu kredit untuk memborong produk fashion terbaru di Mall, alih-alih merasa bahagia, Anda akan kena batunya. Uang menipis, tagihan belanja melonjak, tiap bulan diteror oleh penagih hutang. Saat berharap akan bahagia, nyatanya yang datang hanya kebingungan dan kekecewaan.

Ketika ada orang yang ingin mencari kebahagiaan dengan cara instan, misalnya dengan berburu suami yang kaya, maka ia akan cepat bosan karena rasa senang akan cepat menguap. Saat semua kafe sudah dikunjungi, lemari sudah berjejal dengan tas dan sepatu bermerek, ia bertanya-tanya apakah ini yang disebut dengan kebahagiaan?

Bahagia Adalah Realita yang Dihadapi

Bahagia adalah kenyataan hidup yang kita hadapi sehari-hari. Nikmati saja prosesnya. Perasaan bahagia sebenarnya sangat mudah dan bisa hadir setiap hari. Setiap pagi bisikkan kedalam hati, bahwa semua manusia berhak bahagia. Mengundang rasa bahagia itu sangat mudah, tersenyumlah dan lihat sesuatu dari kacamata positif. Nikmati realita yang ada.

Ketika rumah berantakan karena ulah si kecil, maka bayangkan kebahagiaannya saat bermain. Bersyukurlah karena dikaruniai anak yang aktif. Di lain hari, saat harus pergi ke tukang sayur padahal hari hujan, maka pikirkan wajah bahagia suami dan anak setelah menikmati masakan Anda. Keluhan hanya akan membuang semua rasa bahagia di dalam hati.

Cara Meraih Kebahagiaan Sejati

Bagaimana cara mencapai kebahagiaan sejati? Kenyataannya, hal ini sangat mudah untuk diraih. Jarak antara Anda dan kebahagiaan sejati sedekat antara jari manis dan kelingking. Ketika ingin meraih kebahagiaan, maka tersenyumlah dan lakukan hal-hal di bawah ini dengan rutin.

  1. Membuat Jurnal Syukur

Tuliskan hal-hal yang Anda syukuri di sebuah buku. Misalnya, Anda merasa bersyukur karena pagi ini masih punya tempat bernaung. Anda merasa tenang karena masih ada beberapa kilogram beras di dapur. Di garasi, ada sepeda motor yang siap dikendarai, walau usianya sudah lebih dari 10 tahun. Setelah menuliskannya, rasakan bahwa hati telah menghangat karena kebahagiaan yang merasuk di dalamnya.

  1. Mengubah Pola Pikir

Bahagia bisa dirasakan setiap saat, asal Anda bisa mengubah pola pikir menjadi positif. Ketika kemeja ketumpahan kopi, maka pikirkan senyuman karyawan laundry yang mendapat rezeki saat mencuci baju Anda. Saat gas elpiji habis jam 9 malam dan Anda tidak bisa menggoreng telur, maka ini adalah cara untuk berbagi kebahagiaan dengan kurir makanan dan warung, ketika Anda memesan delivery order.

  1. Jangan Membandingkan dengan Orang Lain

Kesuksesan orang lain sering membuat iri dan tak sadar telah menggerus kebahagiaan kita. Jangan pernah membandingkan nasib dengan orang lain, karena bisa jadi ada hal yang tercerabut darinya saat sudah meraih bahagia. Ada yang mendapat gaji puluhan juta, tapi diam-diam suaminya selingkuh. Rumput tetangga bisa terlihat lebih hijau, padahal itu rumput sintetis. Jadi, siramilah rumput kita sendiri dengan terus bersyukur dan fokus pada tujuan hidup

  1. Bahagia Itu Diciptakan

Ketika berharap kebahagiaan dari orang lain, misalnya keadaan jika istri memijati Anda sepulang kerja, atau jika suami memberi kejutan berupa cincin berlian, maka Anda akan merasa kebahagiaan itu sangat jauh. Ingatlah terus untuk membuang kata ‘jika’, dan ciptakan kebahagiaan sendiri. Tak ada salahnya sesekali Anda membeli kue ketika hati sedang penat, lalu menghirup kopi hangat di sore hari.

Bahagia sangat mudah untuk diraih, ketika Anda mampu untuk terus sabar, bersyukur, dan mengubah pikiran jadi positive thinking. Enyahkan pikiran “jika saja aku kaya maka akan bahagia’ jauh-jauh. Bahagia bisa datang jika Anda mengusahakannya. Nikmati proese untuk sukses dan bahagialah dengan menghadapi realita yang ada.