Rasa kantuk yang menggelayut di mata sudah teracuhkan. Dengan tekun kuketik huruf demi huruf untuk membuat sebuah tulisan. Aku menulis artikel kesehatan untuk cara menjaga stamina. Sesekali suara cicak memeriahkan keheningan. Jam berdentang tiga kali. Sudah beberapa jam aku menulis hingga larut malam. Bantal sudah memanggil, namun saya harus menyelesaikan tulisan ini..

Siapa suka begadang? Di malam hari suasana memang lebih sepi dan syahdu. Sebagai penulis lepas dan blogger, saya lebih suka bekerja di malam hari, karena bisa lebih bebas menulis. Karena di siang hari tentu saya sibuk beres beres rumah dan mengasuh putra saya, Saladin, yang berusia 6 tahun.

Dalam sunyinya malam, saya bisa berkonsentrasi menulis. Tak ada rengekan bocah yang minta dibuatkan minuman hangat atau raungan sepeda motor dari tetangga sebelah. Saya tipe orang audio yang bisa langsung terganggu jika ada keramaian.

Sebenarnya saya juga bisa menulis saat Saladin bersekolah. Ada waktu sekitar 2 jam di pagi hari. Tapi kadang tidak bisa maksimal bekerja, karena kadang harus diburu waktu. Harus memasak untuk makan siang, menjemur pakaian, dan lain lain. Jadi saya kembali ke rutinitas begadang. Dan harus pintar mencari cara menjaga stamina.

Sekali begadang karena mengejar deadline, jadi ketagihan. Saat Saladin sudah terlelap, saya nyalakan laptop lalu jari jari ini menari di atas keyboard. Jadilah satu-dua tulisan yang akan ditampilkan di blog, atau dikirim ke media massa. Kegiatan menulis ini baru berhenti jam 12 malam, bahkan bisa jam 2 pagi jika belum menyelesaikan target tulisan.

Apa yang terjadi saat saya terbiasa begadang selama bertahun-tahun? Ternyata durasi tidur yang hanya 4-5 jam di malam hari membuat stamina menurun drastis. Di siang hari, tubuh menjadi lemas karena kurang istirahat. Bagaimana cara menjaga stamina?

Saya ingin sekali untuk berbaring dan memeluk bantal di siang hari, walau hanya 30 menit. Tapi Saladin susah sekali diajak tidur siang. Sepulang sekolah, ia langsung antusias bermain di halaman samping rumah yang luas. Kadang memanjat pohon mangga lalu berlari mengejar anak ayam. Saat kurang tidur, saya jadi tidak fokus saat menemani Saladin bermain. Pernah ia ketahuan menyebrang jalan sendiri, untungnya tidak keserempet sepeda motor.

Ketika badan kelelahan karena ingin tidur siang sementara yang ada di pikiran hanyalah deadline, stress mulai menyerang. Ternyata salah satu penyebabnya adalah durasi tidur yang kurang. Idealnya manusia tidur selama 7-8 jam sehari. Jika kurang, akan ada banyak penyakit yang menghinggapi.

Terlalu banyak begadang bisa menyebabkan masuk angin, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan hepatitis. Saya tak menyangka bahaya begadang bisa sebanyak itu. Saat tidur malam, tubuh manusia meregenerasi sel dan membuang sisa racun. Jika jam tidur berkurang drastis, fungsi organ dalam akan berkurang karena kurangnya regenerasi sel. Tidur cukup adalah salah satu cara menjaga stamina.

Apa saya mau terkena penyakit hepatitis karena suka begadang? Tentu tidak. Jadi ketika tidak ada deadline, saya jauhkan segala gadget, lalu bertekad untuk tidur sebelum jam 9 malam. Jika laptop atau handphone masih menyala, bisa-bisa saya begadang lagi untuk menonton film atau membaca komik, mumpung tidak ada deadline. Padahal seharusnya begadang boleh saja, kalau ada perlunya (seperti kata Bang Rhoma Irama).

Selain mengurangi begadang, saya juga menjaga asupan makanan dan minuman, agar tidak terkena hepatitis. Minum air putih 8 gelas dalam sehari, makan sayur dan buah, juga mengurangi konsumsi gorengan. Lalu ada minuman yang rutin saya minum untuk cara menjaga stamina sekaligus mencegah kerusakan hati, yaitu herbadrink sari temulawak.

Exif_JPEG_420

Minuman Sehat Untuk Teman Begadang

Teman teman pernah minum jamu temulawak? Sekarang ada sari temulawak dari herbadrink. Minuman herbal enak ini rasanya manis dan segar banget. Gak ada sensasi pahit khas jamu. Cara menyajikannya juga praktis sekali, sobek satu sachet herbadrink temulawak, lalu campur dengan 150 cc air hangat. Atau bisa juga dicampur dengan air dingin.

Begitu meluncur di tenggorokan, nyess, segar dan enak. Gak berasa minum jamu. Sudah nikmat, berkhasiat pula. Oktober ini hujan belum turun juga, jadi di siang hari saya sedia air es dicampur dengan herbadrink sari temulawak. Lebih sehat bukan? Walau sering begadang, badan jadi lebih segar dan kuat.

Dilansir dari wikipedia, temulawak berkhasiat sebagai hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah. Dengan minum herbadrink sari temulawak dengan teratur, bisa mengobati hepatitis.

Karena temulawak bisa meningkatkan selera makan, saya juga berikan herbadrink sari temulawak pada Saladin. Dia doyan banget lho, lihat fotonya, sampai wajahnya tak terlihat. Saking asyiknya minum šŸ˜Š. Minuman herbal enak ini bisa diminum anak kecil sampai orang dewasa. Ini cara menambah nafsu makan anak tanpa harus memaksanya makan banyak.

Exif_JPEG_420

Setelah rutin minum , nafsu makannya makin baik dan ia tak lagi pilih-pilih makanan. Mau makan dengan lauk tempe atau telur ceplok pun ayo aja. Biar lebih enak, herbadrink sari temulawak yang ditambah dengan air dingin bisa ditambah satu sendok makan madu.

Herbadrink sari temulawak bisa didapatkan di apotik atau minimarket terdekat. Ada beberapa varian seperti herbadrink sari jahe, sari temulawak, dan sari lidah buaya. Ingin tahu cara menjaga stamina, hidup sehat, mengobati hepatitis, dan menambah nafsu makan anak? Minum herbadrink.