Wuuz! Tiba tiba api berkobar dari wajan. Rupanya Mak Sum (prt) lupa tidak mematikan kompor. Saya bergegas mengambil sebotol air. Tapi mbak Is melarang. Ia berteriak, “ambil lap basah!”. Dengan panik, saya mengambil lap di depan kamar mandi, lalu memberikannya pada emak. air keran membasahi lap, lalu BLAM! Api padam. Syukurlah, dapur kami terhindar dari kebakaran.

Untung saat itu saya ditemani oleh mereka. Jika tidak, mungkin saya sudah kabur keluar dan berteriak minta tolong.

Saat panik, segala teori tentang cara memadamkan api, langsung hilang. Padahal dulu pernah membaca cara memadamkan api, yaitu dengan meletakkan lap atau karung goni basah di atasnya.

Mengapa api tidak boleh disiram air? Karena api itu berasal dari kompor yang penuh minyak. Minyak kan lebih ringan dari air, jika diberi air akan mengambang. Dan api akan berkobar semakin tinggi, menjilat langit-langit.

Tapi mengapa ada petugas pemadam kebakaran yang menyiram air di rumah yang kebakaran? Karena mencegah meluasnya api. Lagipula, tak semua penyebab kebakaran berasal dari dapur. Bisa jadi dari korsleting listrik.

Kalau ada kebakaran di dapur, jangan panik ya. Segera tutupi dengan lap basah jika perlu berteriaklah minta tolong. Semoga tidak ada lagi peristiwa kebakaran di dapur saya maupun dapur anda.

Advertisements