Bret! Usai gunting memisahkan eratnya kertas, buku terbelah jadi dua bagian. Bagian depan buku terjemahan, yang berjudul Wirausaha yang Bertanggungjawab ini saya masukkan ke dalam tas. Sedangkan bagian belakangnya masuk lemari.

13301310_1207316495968154_8599814761753533350_o

Saya tak memenggal buku dengan semena mena, karena melampiaskan emosi. Tapi sedang mempraktekkan tips dari Pak Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN yang juga mantan pemimpin redaksi sebuah koran ternama.

Dalam buku “Tertawa Setengah Mati ala Dahlan Iskan” (ditulis oleh M Djupri), Pak Dahlan membocorkan caranya untuk membaca buku di tengah kesibukan yang mendera. Cerita ini terjadi saat beliau masih menjadi pemimpin redaksi koran. Suatu hari, seorang pimpinan tabloid mengantar perempuan pelukis yang ingin menemui beliau di di ruang kerjanya.

13301464_1207328832633587_287524817906605333_o

Ternyata beliau masih asyik membaca buku Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer . “Sebentar ya, saya habiskan satu halaman novel ini”
(halaman 15)

Tebal aslinya 480 halaman, namun beliau membelahnya jadi 3 bagian, masing masing jadi 160 halaman. Jadi buku itu bisa dibawa ke mana mana, dan muat dimasukkan ke dalam tas kerja beliau.

Jadi buku karya Craig Hall tadi itu sudah jadi korban perasaan. Eh, maksudnya korban pemenggalan, korban praktek dari tips yang diberikan Pak Dahlan. Anda mau mencoba? Eits, tapi jangan lupa untuk merekatkan bagian pinggir buku dengan lakban bening ya, agar jilidan buku tidak mudah lepas.

Buku yang sudah terbelah itu bisa dimasukkan ke dalam tas bepergian saya. Saat menunggu antrian di Bank, maupun ekspedisi, daripada bengong, lebih baik membaca buku. Membaca adalah pembunuh waktu yang paling efektif, tahu tahu teller memanggil nomor antrian saya.

Mengapa saya terkesan setengah memaksakan diri untuk membaca dengan metode seperti itu? Karena status sebagai ibu rumah tangga yang saya jalani lima tahun ini, membuat saya harus pandai pandai mengatur waktu. Pagi pagi harus bangun, shalat subuh, menyiapkan sarapan, membuat kopi, menyiapkan keperluan suami, dan seterusnya.

Adakah waktu untuk membaca? Mana sempat! Saat anak tidur siang, saya juga turut mendengkur. Di malam hari, tubuh sudah dirajam lelah, sehingga tak kuat untuk membaca, walau hanya sepuluh lembar saja. Buku-buku itu hanya tergeletak di samping kasur.

Lalu saya coba untuk mencicil bacaan, sambil menemani anak bermain. Baru membaca dua halaman buku, eh tahu tahu dia sudah nangkring di atas lemari, minta perhatian saya. Alamak!

ddin

Saya pun mengganti bacaan dengan koran minggu. Koran itu hanya bisa dibaca saat anak sudah tidur. Jadi, surat kabar setebal 32 halaman itu dihabiskan dalam waktu seminggu, padahal dulu hanya butuh satu jam untuk melalap isinya. Mengenaskan!

Lebih ngenes lagi ketika ada lomba menulis dan give away, lalu tak ada ide yang keluar dari otak. Ingin rasanya membenturkan kepala ke tembok agar ide segar keluar, atau saya harus menyelam ke dalam lautan ide, agar lancar menulis? Ya, semua ini karena kurangnya asupan gizi otak, kurang kosakata, kurang membaca!

Akhirnya saya punya strategi lain, yaitu menyimpan e book di hp. Saat anak akan tidur siang, atau sambil nenenin dia, saya membaca e book itu. Tentu saja sambil sesekali menyanyi atau mengajaknya berbicara, agar ia merasa diperhatikan.

ebook

Foto dipinjam dari sini karena hp saya rusak

Saya juga bisa memanfaatkan waktu di sela sela mengerjakan tugas rumah tangga. Salah satu tugas yang bisa disambi adalah mencuci pakaian. Tentu saja pakai mesin cuci, kalau pakai tangan ya gak bisa :D. Karena pakai mesin cuci manual, maka saat air sudah diisi, cucian diberi sabun, lalu memutar tuas. Ada waktu sekitar 10 menit untuk menunggu proses mencuci selesai. Waktu itu yang saya gunakan untuk membaca buku.

13320350_1207316135968190_3876063428730538918_o

Selamat mencoba tips membaca dari saya. Walaupun anda bukan emak rempong, pasti bisa melakukannya :).

Yuk, ikutan Giveaway for Booklovers di blognya Anne Adzkia.

banner-for-giveaway

Sumber:

Tertawa 1/2 Mati ala Dahlan Iskan. M Djupri. Penerbit Rumah Kata Kata. 2012

 

Advertisements