Bibir Galuh selalu mengeluh. Saat AC-nya mati, ia takut terkena biang keringat. Ketika ia melihat temannya bersepeda, ia iri, karena harus mengikuti les. Sampai akhirnya sang kakek sakit dan butuh oksigen berharga jutaan rupiah. Ia tersadar, bahwa banyak hal yang sesungguhnya bisa ia syukuri, dan tak patut mengeluh.

Cerita “Galuh si Tukang Keluh”, hanya satu diantara 15 cernak di buku ini. Kak Dian Kristiani berhasil menulis cerita anak dengan gayanya yang khas, memberi nasihat tanpa menggurui. Ceritanya unik-unik. Misalnya, cara menghadapi teman indigo, teman hiperaktif, atau kisah tentang raja gosip yang tak mau digosipkan (karena ayahnya diduga koruptor).

teman

gambar diambil dari sini
Selain itu, ada kolom “solve the problem”, jika anak menghadapi masalah yang sama, dengan cerita di buku.

Saya juga belajar cara menulis cerita anak dari buku ini.

 

 

Advertisements