Sabtu lalu saya menghadiri pesta pernikahan seorang teman (sekelas waktu SMP). Acaranya diselenggarakan di aula, sebelah masjid , di Malang. Alamak..Aulanya di lantai 2..Tergopoh gopoh mnggendong Saladin, untung tidak pakai sepatu hak tinggi.

Di pesta pernikahan pasti banyak makanan. Pakai catering pula. Ada nasi, mie, daging sapi, belum gubukan bakso dan lontong kikil..Ditambah es manado. Nikmat…..

Tapi sanggupkah anda menghabiskan semuanya?

Kebanyakan berkata “ya” tapi kenyataannya?

Tumpukan piring kotor “berhiaskan” sisa nasi dan lauk pauk..euuu. Jadi ingat orang orang di Etiopia.

Bukankah Nabi berkata untuk jangan membuang makanan?

Dan membludaknya tamu membuat saya berpikir. Apakah nanti jika saya dimakamkan, pelayatnya akan sebanyak itu? Ada yang bilang, teman sejati datang tak  hanya saat senang tapi juga saat kita kesusahan.

Aduh kok jadi ngaco gini. Overall, selamat ya kawan! Semoga jadi keluarga sakinah.

Advertisements