Setelah sempat mengalami writer’s block karena slight mental breakdown minggu lalu akhirnya saya memutuskan untuk bangkit, kembali blogging dan menulis lagi. Saat sedang merana, ada teman yang memberi nasehat sejuk. Sebenarnya menulis itu bisa untuk diri sendiri. Hmm..

Astaghfirullah betapa lupanya saya akan keasyikan menulis untuk diri sendiri. Serunya menulis diary, mencatat perkembangan anak sendiri. Menulis memori.

Lalu saat merenung apa sih sebenarnya tujuan menulis? Mencari ketenaran? Biar dibilang keren? Serius cari uang?
Memang saat membiasakan menulis di blog (lagi-setelah jaman multiply kukut) untuk latihan agar lancar menulis artikel dan cerpen, lalu membidik media. Cari uang tambahan lah. Popularitas hanya efek samping (teringat dulu langsung ada yang konsultasi menulis, setelah artikel saya dimuat di harian Surya).
Lalu apalagi tujuan menulis? Saya pernah menulisnya disini, sebenarnya menulis itu untuk memberi manfaat bagai orang lain. Terbukti artikel saya di sini tentang mengatasi anak GTM (gerakan tutup mulut) menjadi nomor 1 di google.

Seorang teman yang lain memberi inspirasi, menulis itu bisa buat terapi jiwa. Ya saya benar benar lupa, mengapa dulu bisa menulis hampir setiap hari di blog lama (mp). Karena blog adalah diary online, tempat curahan hati. Menjadi terapi agar lega. mengeluarkan semua uneg uneg di dada.

Jadi, apa tujuan menulis bagi anda?

 

Advertisements