Brakk!

Fyuuh, hampir saja mobilku menabrak tembok parkir. Setelah keluar dari mobil segera kubuka pintu samping. “Andini, ayo turun. Hari ini akan jadi hari bahagia untuk kita”..Badannya yang mungil terasa ringan saat kugendong. Langit senja berwarna jingga, sebentar lagi menggelap. Tuk-tuk-tuk..Kupercepat langkahku menuju tempat ibadah.

Kupandangi wajahnya yang tertutup bedak berwarna pucat. Bibirnya berselaput merah scarlett..Gaun putih itu tampak serasi dengan kulitnya yang kuning. Sempurna, wanita yang sangat sempurna..

Lalu kulihat sekelebat bayangan orang.

Aih, itu dia pak pemuka agama. Segera aku berteriak memanggilnya.
“Pak..tolong nikahkan kami” !

Pemuka agama melotot, lalu melengos, mau pergi.
“Paak..tolong..ini di rumah Tuhan..tolong nikahkan kami”

“Baiklah, siapa namamu? Dan calon pengantinmu?”
Kududukkan ia di kursi sementara aku berdiri, keringat dingin meluncur dari tengkukku..

“Diablo, maukah kau menikah dengannya? Menerima kekurangan dan kelebihannya?”

“Aaya bersedia” jawabku tegas

“Andini, maukah kau menikah dengannya?”

“saya bersedia”..Aku mendengar bisikan dari hatinya..Ya, dia bersedia..Akhirnya dia bersedia.

“Aku nyatakan kalian sah menjadi pasangan suami istri”

Ah, Tuhan..

Kubawa dia kembali ke mobil ..Kuterima pandangan menusuk dari para pengendara mobil lain, tapi aku tak peduli. Bibir Andini semakin terkulai, ceceran hemogoblin keluar dari sudutnya..Kulitnya bagai es di kutub utara..Ah Andini, akan kuhangatkan badanmu selamanya ! Kau akan jadi cinta pertama dan terakhirku…Arsenik memuaskan nafsuku, setelah kulihat kau bercumbu dengan sahabatku..

 

———————–

Fiksi

Aslinya mau diikutkan ga cinta pertama tapi gak jadi, karena harus berdasarkan kisah nyata..Kalau ini murni fiksi..

Advertisements