Sore tadi saya dapat kabar yang mengejutkan via fb. Salah satu teman kuliah yang sudah tidak ada lagi kabar maupun beritanya ternyata baru..meninggal. Deg ! Sudah lama sekali tak mendengar beritanya. Ia memang jarang aktif di medsos. Kabar terakhir, ia melanjutkan kuliah tapi di jurusan lain, yaitu theologi. Bukannya pendidikan bahasa inggris. Lala oh Lala, sekali degar beritamu, ternyata engkau telah tiada :(. Cancer di usus telah merenggut nyawamu di usia yang muda.

Paula, demikian nama aslinya. Namun kami biasa memanggilnya Lala. Gadis manis berkulit sawo matang yang cerdas, dia membaca buku toefl seperti baca novel saja. Gadis ramah dan suka menyapa, walaupun ia berbda keyakinan dengan saya.

Ya, kami memang sama sama kuliah di jurusan bahasa inggris. Bedanya, saya mengambil kelas literature, sedangkan dia di english education. Jarang sekali kami sekelas. Tapi kami tetap berkawan baik. Saya masih ingat senyum manisnya. Rambutnya yang hitam sebahu.

Terakhir kali saya bertemu dengan Lala sekitar tahun 2008, di sebuah lapangan. Kami sama sama ingin lari pagi. Ia berolahraga disana, dikawal ayahandanya. Ternyata saat itu saya baru tahu bahwa ibundanya telah meninggal dunia, karena cancer. Ia juga berpotensi terkena cancer, makanya ia suka berolahraga dan berusaha agar tidak gampang sakit. Dan ia juga pernah dioperasi untuk mengangkat potensi cancer di dadanya.

Saat itu Lala berkeluh kesah tentang honornya. Ya, ia sedang mengajar di sebuah smp. Tapi honor yang diberikan (setiap kali datang mengajar) kok tidak sepadan dengan capeknya. Jika dipotong dengan uang transport, hasilnya hanya bisa dibelikan 2 mangkuk mie ayam.

Oh Lala. Mungkin kau lelah berjuang. Setelah operasi kau malah pergi ke akhirat. Dan dimakamkan di Kupang, di tanah leluhurmu. Semoga kau bahagia disana.

Advertisements