Rindu. Serindu rindunya. Padamu, nek! mbah uti yang jauh disana, di jepara. Tahun 2009 sempatku bermukim disana..menemanimu..sekarang? aah. Mungkin mbah juga kangen cucu pertamanya. dan buyut pertamanya. kau banggakan kehadirannya ” aku wis nduwe buyut”.

 

Apa benar nenek selalu memanjakan cucunya? Yang kuingat dulu..pernah dibawa jalan2 ke mall. beli jeruk. Atau dibawa ke stasiun radio. Mbah siaran ( siaran dakwah). Pulangnya naik becak.

akuuti

Kata seorang teman aku mirip. dengannya. sama sama centil hehehe. Malah kadang kalah centil. Gamisnya 300ribu. Lipstiknya revlon. Alamak..Sejak jadi ibu saya malah jarang dandan. Nenek dulu perias pengantin. Tak heran kalau masih suka dandan. puasa. dan masih kuat ssnam jantung sehat.

 

Malah kadang heran mengapa jadi lebih mirip nenek daripada mama. Nenek suka senam, saya juga. Nenek suka pakai pashmina. Saya juga. Nenek berdagang, saya juga.

 

Padahal niat awal berdagang untuk membantu kakek. Gaji pns jaman dulu hanya cukup dimakan 10 hari. Tak heran, karen nenek punya 6 anak. Jadi beliau buka toko peralatan alat tulis sekalogus jual makana. dan snack khas jepara. Eh usaha tersebut bisa eksis lebih dari 30 tahun. Alhamdilillah keuntungannya bisa buat ke tanah suci.

Darimu aku belajar banyak. Meskipun jauh dan jarang bertemu…Kau ajarkan kesabaran, ketabahan. Nenek..aku sangat rindu..

Advertisements