Baca tulisan Bre Redana di kompas minggu ini, tentang kebiasaan membaca orang indonesia. Kalau travelling dibilang kayak bule. Orang indonesia shopping aja. Hihihi..

Alhamdulillah sejak kecil dibiasakan membaca oleh orangtua, dibelikan majalah mentari atau bobo. Kalau minggu, baca suplemen hopla (di koran surya). Dulu (sebelum menikah) kuat banget baca 30 buku dalam sebulan. Speed bacanya 200 halaman per jam.

Kerasa banget manfaat membaca. Nulis jadi lebih lancar. Ketemu orang baru juga gak malu-maluin. Dapat pengetahuan baru, dll dst dsb.

Kalo ditanya, mengapa kuliah di jurusan sastra inggris? Jawabannya simple, karena suka membaca, dan bahasa inggris . Sering orang salah mengira, kuliah di jurusan bahasa inggris pasti jadi pengajar. Padahal bisa aja jadi penerjemah, kerja di kedutaan, atau jadi penulis dan wartawan.

Dibilang geek? Gak masalah. Geek yang paling keren= Joanne Kathleene Rowling. Suka membaca dari kecil (juga menulis), kekayaannya melebihi harta Ratu Elizabeth !

Kalau gak suka baca? Hahahha, jadi berspekulasi, berkomentar dan berpotensi dibully. Misalnya: Borobudur peninggalan nabi sulaiman, ka’bah adalah kuil hindu.

Jadi, apapun profesi kita, tetap membaca. Karena menstimulasi otak dan membuat berpikir kreatif. Happy reading !

Advertisements