Tiba-tiba teringat masa sma dan kuliah. Ada saja guru atau dosen yang genit. Tapi jangan mikir yang tidak-tidak ya.

Saat kelas 1 sma, pelajaran favorit saya adalah bahasa indonesia (selain bahasa inggris). Kami diajar oleh pak N. Sudah
agak tua, menjelang pensiun. Beliau murah senyum dan setia mengendarai motor bututnya ke sekolah. (sementara murid-murid hedon pada bawa mobil :p).

Saya tidak bisa menebak usianya, tapi karena beliau punya gela BA, jadi tahu. Generasi tua. Setahu saya BA itu dulu
dipakai sebagai gelar sarjana muda (kalau sekarang mungkin D3 ya). Itu duluu mungkin tahun 70 atau 80-an.

Kembali ke pak N. Kenapa ada gosip bahwa beliau genit? Karena selalu murid wanita yang disuruh ke depan untuk mengerjakan soal. Ya, saya juga seing jadi “korban” nya hehehe. Atau pernah juga beliau bikin kalimat “gadis berpita merah tersenyum manis”. Padahal saat itu saya pakai pita merah. Waduh, malu !

Setelah lulus sma baru saya faham mengapa beliau suka sekali menyuruh murid wanita. Menurut cerita dari guru lain, beliau hanya punya anak laki-laki. Jadi setiap murid wanita dianggap anaknya. OOOO baru tahu..

Saat kuliah ada pula dosen yang katanya genit. Tapi saya tidak merasa tuh. Ya, beliau sama tipenya dengan pak N, suka
menyuruh mahasiswi untuk maju. karena beliau mengajar speaking ya maju dan ngomong casciscus deh.

Hanya ada 1 keanehan yaitu saat awal semester beliau meminta setap mahasiswi untuk mengirim foto ukuran postcard ke email beliau. Dengan pose yang bagus. Apa hubungan antara speaking dan foto ya? Dan hanya mahasiswi yang disuruh, bukan mahasiswa.

Saat mengerjakan skripsi baru saya terkejut mendengar berita tentang pak A. Beliau sudah tidak mengajar lagi. Pantas saja, saat itu saya berpapasan dengan beliau di perpustakaan umum kota. Ketika disapa (dengan bahasa inggris) dia hanya tersenyum tipis.

Padahal umurnya belum mencapai 65 tahun, belum pensiun, apa pensiun dini? Oh tidak. Ternyata beliau ketahuan bergenit
genit dengan mahasiswi. Bukan dari jurusan saya tapi dari jurusan lain. Orangtua mahasiswi yang jadi korban tidak terima,
lalu melapor ke pihak kampus. Akhirnya pak A diberhentikan dengan tidak hormat.

Kalau kamu gimana? Pernah ketemu guru genit?

Advertisements