Pagi ini saya baca status seorang teman yang dikomentarin “cuma ngantar anak kok kayak pakai baju kantoran”. Jadilah beberapa ibu muda nimbrung, komentar, dan berdiskusi. Karena ternyata masih ada saja ibu yang keluar rumah, mengantar anaknya sekolah (cuma 5 menit dari rumah) tapi pakai….daster.

Daster seolah-olah menjadi pakaian seragam ibu rumah tangga. Ya, saya akui, pakai daste memang nyaman sekali. Gak usah bingung padu padannya apa. Tapi, pantaskah kita pakai daster jika keluar rumah?

Bahkan ada anak yang malu, ibunya mengantar sekolah pakai daster. Lalu ia memuji ibu yang lain (melalui anaknya). “Ibumu cantik dan rapi ya”. Ibu itu tersenyum lalu miris, apakah ia harus memberi tahu ibunya untuk berpakaian rapi agar anaknya tak malu?

Lantas berpakaian rapi itu sebenarnya untuk siapa? Untuk anak? Suami? Kalau saya sih berpakaian rapi untuk diri saya sendiri. Dan ada teman yang menambahkan, berpakaian rapi itu untuk menghormati tempat yang kita kunjungi. Meskipun hanya pergi mengantar anak ke TK dekat rumah, apa salahnya ganti baju dulu, dan pakai jilbab yang rapi.

Apa salahnya ganti baju dulu sebelum berbelanja? Sering saya lihat di pagi hari ibu-ibu masih setengah mengantuk, membawa dompet, dengan muka berminyak, berbaju daster..tergopoh gopoh mencari tukang sayur.

Dandan rapi itu untuk menyenangkan diri sendiri. Dibilang sombong? Lha kalau saya belanja, pakai gamis pink, cardigan, jilbab pink, sandal fladeo. Bawa dompet. Dikira mau pergi kemana, ternyata belanja. Hehehhee. Maaf bukannya sombong. Tapi saya gak mau dikira baby sitter atau pembantu. No offense ya. Peace..

Selamat hari blogger !

 

 

Advertisements