lucky

Ini bukan lucky luke, lucky-nya jason mraz, lucky resha, apalagi lucky perdana :p. Seperti yang saya ceritakan di postingan disini,  minggu ini saya senang karena menang 2 kuis. Kemarin double wow and happy, karena Bang Edwin tiba tiba menggambar wajah saya untuk inkoctober di webnya. Wah jadi maluu..Makasih banyak ya

akuu

Dan kemarin malam, jam 7, ada yang ngetuk rumah. Ternyata mas-mas dari ekspedisi, ngantar hadiah kuis dari mak Filly. Begitu kardusnya dibuka, isinya, woow. 3 batang cokelat, 1 popcorn, ada permen, jelly, dll. Ada kopi susu juga. Pas banget, kopinya mau habis xixixi. Ada orang lapar dikirim kue-kue.

Saya syukuri hadiah kuis ini. Padahal kalau ikut kuis kemungkinannya bisa 1:99 ya. Setelah melihat hadiah ini saya jadi berpikir, apa benar kalau lucky alias keberuntungan itu untung-untungan. Apakah kita bisa membuat keberuntungan kita sendiri?

Misalnya kalau ikut kuis, sudah kasih jawaban terbaik, eh jurinya milih orang lain. Kalau belum rejekinya ya gak bakal menang. Memamng rejekinya orang lain. Seperti di arisan dasawisma minggu lalu. Udah ngarep dapat arisannya, eh yang kena bukan saya. Tapi memang sudah diatur olehNya. Begitu ibu itu dapat arisan, 30% nya ia sumbangkan untuk pembangunan taman toga.

Saya yakin mausia bisa membuat keberuntungannya sendiri, dengan berusaha, bekerja, ikut kuis dan lomba. Tapi jangan lupa bahwa yang mnurunkan rejeki adalah Allah. Rejeki bisa diturunkan jika sering sedekah dan ibadah. Sudah sedekah dan ibadah tapi belum dapat rejeki? Ya, seringkali orang lupa jika kesehatan itu juga rejeki, anak sehat juga rejeki, dll. Tak melulu berupa uang.

Advertisements