Siang ini saya mendapat berita mengejutkan dari newsfeed fb. Salah seorang dosen saya, ibu Sri Widayati, meninggal…

Hampir semua dosan dan mahasiswa (termasuk alumni) menulis status tentang beliau. Timeline juga dipenuhi oleh ucapan duka cita.

Saya tak tahu pasti beliau sakit apa. Tapi terakhir kali membaca statusnya, sedang diopname di RS. Tapi beliau tetap berusaha ceria dan positive thinking.

Inginnya takziah ke rumah duka, tadi sudah tanya mama, kalau kesana dan bawa saladin (19m) gakpapa karena jenazah sudah dikebumikan. Nanti deh, tanya suami dulu kapan bisa mengantar, sekalian sowan ke rumah mertua karena dekat jaraknya.

Sebenarnya tak pernah sekalipun saya diajar beliau, karena saya belajar di jurusan sastra inggris. Sementara beliau mengajar di jurusan pendidikan bahasa inggris. Tapi beliau termasuk dosen yang populer karena murah senyum dan pernah menjabat sebagai kepala jurusan. Dan seingat saya dulu ada adik tingkat yang akan perform drama, dan dipinjami topi milik pribadinya. Padahal beliau tidak mengajar matakuliah drama.

Ya, orang baik dikenang karena kebaikannya.

Saya jadi teringat peristiwa kehilangan pertama. Waktu SD, kira kira kelas 4, saya takziah ke rumah teman SD, namanya Koko. Ia meninggal karena hanyut di sungai. Setelah takziah perasaan jadi tak jelas, aneh. Waktu itu saya mikir, orang lagi kehilangan anak kok malah nyuguhin tamunya dengan makanan ini-itu.

Tak ada yang hidup selamanya, semua akan kembali pada-Nya.

Selamat jalan bu Wid, semoga engkau bahagia di sisi-Nya.

 

Advertisements