Apa yang dapat anda lakukan ketika mendapat uang 100ribu?
Kalau saya (dulu) langsung ngehedon hahaha. Perawatan di salon. Atau makan enak.
Alhamdulillah uang itu dari hasil keringat saya sendiri.

Tahun 2007-2010 adalah masa-masa kreatif saya, tulisan, artikel, dan cerpen pernah dimuat di beberapa koran lokal maupun nasional. Walau tidak semuanya memberi honor, karena hitungannya citizen journalism.Tapi kampus saya keren banget tuh, setiap mahasiswa yang karyanya dimuat di media diberi uang saku 100ribu.

Tapi itu dulu
Sekarang?
Setelah tidak lagi menyandang gelar mahasiswa, produktifitas saya menurun drastis.
Alasannya banyak:

Sibuk kerja

Sibuk ngurus anak
Jauh dari perpustakan

Dan lain lain

Padahal itu cuma alasan, pembenaran dari sebuah kata MALAS.
Jadi tahun 2014 ini saya menetapkan impian untuk melesakkan gol ke media lagi, mendapat honor tulisan, cerpen, dan artikel.

Bersemangat untuk kembali produktif lagi. kalau bisa menang lomba ga (beberapa kali ikut lomba belum menang)
Dan juga mencoba menulis novel, karena saya merasa tidak bisa nulis yang panjang panjang. tapi coba untuk menantang diri sendiri. Apa bisa nulis novel 150 halaman? Asal punya niat yang kuat dan istiqamah pasti bisa.

Lalu bagaiman cara mewujudkan impian itu?

Tentu saja dengan MEMBACA
Bukan cuma baca artikel / tulisan di internet, tapi baca buku yang sebenarynya. Karena sekarang jarang berkunjung ke perpustakaan, jadinya baca ebook saja.
Setelah baca ide-ide meluncur wus,. Kemarin baca artikel yang saya terjemahkan, eh ide meloncat kemana mana (akhirnya saya tampung di hp dulu).

Yang kedua: beli hp baru.
Beli hp? Ya, saya butuh alat perekam yang praktis, hp baru yang agak canggih lah yang bagusan. Jadi kalo ada ide langsung saya cuap cuap, baru ditulis di komputer / laptop.

Ini metode dari ayah saya yang mantan wartawan. Karena kami sama sama orang audio, lebih suka ngomong daripada nulis. Kadang saya malah bengong di depan layar dan ga tau harus nulis apa. Solusinya ya pakai cara kayak gini.

Istiqamah menulis

Setiap malam menulis, entah itu blog, artikel, cerpen, atau bagian dari novel. Kenapa malam? Karena kalau pagi sampai sore ngurus segala macam mulai dari bayi, suami, sampai percetakan. Kemarin dapat tip menulis dari seorang teman, kalau tulis ya tulis saja, mata menghadap keyboard, jangan menghadap layar. Tulis dulu edit belakangan.

Lalu, self editing
Saya akui satu kelemahan, belum pernah menang lomba karena sering lupa self editing. Harusnya kan dilihat lagi apa ada typo, atau diedit bahasanya, liat lagi sumbernya , dll.

Semoga  impian ini bisa tercapai, amin

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii2

Advertisements