SUNGGUH saya tak pernah bercita-cita jadi marketing atau businesswoman. Karena dulu saya ingin jadi wartawan atau pelukis. Lah kok jadi pemilik percetakan? Nanti kan bisa nebeng nyetak buku dan bikin majalah sendiri hehehe..

Sejak 3 tahun lalu banting setir jadi marketing, karena diarahkan oleh hubby (waktu dulu masih calon suami sih). Dia melihat saya bakat marketing (punya network lumayan dan tipe sanguinis). Rasanya woww. Dalam sebulan, dapat 1 klien aja udah alhamdulillah. Padahal nyarinya harus keliling kota, panas-panas, jalan kaki atau naik angkot. Tapi tetap dinikmati, karena marketing itu harus punya TEKAD BAJA.

Tapi tetap saja ada saat dimana bisnis sepi, atau klien yang rewel tak henti-henti. Dan jadi bikin down. Pusing, capek, sedih, jadi satu. Bagaimana cara menyemangati diri sendiri di saat seperti ini?

Dengan REFRESH alias jalan-jalan. Gak usah jauh-jauh, cukup ke warung seberang. Eh pulangnya ketemu bapak-bapak tua penjual sapu. Langsung terharu. Huaa, teringat kakek tercinta di Jepara. Mungkin mereka seusia.

Ia bercerita, rumahnya di Wajak-Kabupaten malang, sedangkan kompleks perumahan saya di malang kota, jadi jaraknya sekitar 17 km. Dan beliau naik sepeda pancal, rela berpanas-panas dan berpeluh keringat di jalanan…Demi cucunya di rumah.

Image

gambar nyomot dari gugel

Jadi teringat beberapa bulan lalu saya pernah beli pepaya di penjual keliling yang sudah tua. Juga pernah membeli kupang lontong di penjual keliling (ibu-ibu) yang rela naik bus dari Sidoarjo, dan menjajakan dagangannya di Malang. Dan penjual kerupuk yang menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki, padahal tempat produksinya di Pasuruan.

Image

Aih, saya jadi malu.  Bisa kerja di rumah dengan modal gadget dan relasi, masih ngeluh. Sedangkan mereka rela dan ikhas bekerja demi sesuap nasi,  Semangat kerja mereka membuat saya sadar diri. Dan bersemangat kembali.

Dan ini ada kutipan dari rekan blogger saya (mas Edwin)

“Happy are those who eat from his own sweating hands.”

Advertisements