Sebelum menikah dengan hubby, saya faham bahwa ia adalah orang pendiam. Tapi saya tak menyangka jika ia sangaat pendiam, bahkan setelah kami menikah selama dua tahun.

Di awal pernikahan, saya sering ngambek. Maklum bawaan orang hamil. Saat hamil jadi tambah manja dan minta diperlakukan romantis. Eh, si hubby gak ngerti cara menghadapi orang manja. Memang di keluarganya tidak ada istilah pemanjaan (karena mayoritas saudaranya lelaki). Manjanya tidak macam-macam kok, hanya minta dikecup sebelum tidur, dan lebih banyak waktu ngobrol berdua. Tapi saat malam ia malah sibuk lembur.

Saat saya curhat tentang masalah ini ke sahabat, ia malah berkata, “bagus dong”. Maksudnya, jika suami bukan tipe lelaki romantis, malah aman. Karena jika seorang lelaki sudah tahu cara menaklukkan wanita lewat kata-kata, ia akan cenderung menjadi playboy. Wooo..Speechless jadinya.

Tetap saja saya ingin hubby mengucapkan “I love you” sekali saja. Daripada berpikiran negatif, “dia sayang apa enggak sih”? Tapi semua itu runtuh, saat akan melahirkan.

Pagi itu hubby rela tidur cuma 2 jam (sehabis lembur) karena siangnya harus melatih drama di sebuah smk. Sambil berangkat ia berpesan, nanti malam periksa di dokter, kalau perlu buka kamar sekalian di rumah sakit. Setelah periksa kami pulang ke rumah mertua, karena ibu mertua lebih berpengalaman. Maksudnya, beliau lebih tahu tanda-tanda wanita akan melahirkan (karena sudah punya banyak cucu, sedangkan ibu saya belum). Saat di rumah sakit, suami berani menemani di ruang bersalin, dengan resiko saya cakari (hehehhee). Setelah bayi lahir, hubby cuma sempat tidur sebentar, lalu mengurusi penanaman placenta, mengabari saudara , teman, dan kerabat, bolak-balik dari rumah sakit ke rumah untuk mengambilkan keperluan saya.

Itulah cinta, menurutnya. Tak perlu berderet puisi romantis . Satu perbuatan lebih berarti daripada seribu kata.

Semoga mbak Uniek dan suami langgeng sampai maut memisahkan.

Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine

Image

Advertisements