Sebelum hamil, saya sudah membaca beberapa artikel tentang baby blues. Ternyata setelah melahirkan perempuan rentan bersedih karena pengaruh hormon dan kelelahan fisik, yang dinamakan baby blues. Saat hamil Saladin, saya sudah bersiap akan kedatangannya, namun tak menyangka baby blues akan terasa seperti ini.

Sesakit ini….

Akhir tahun 2012, suatu sore saya terisak-isak di kamar mandi. Mama berteriak dari luar, ada apa kok sampai menangis? Padahal penyebabnya sepele, beliau hanya mengingatkan agar membawa kresek, pembalut, dan koran bekas agar saya bisa sekaligus ganti di sana. Memang saat itu saya masih nifas setelah melahirkan Saladin. Teguran halus itu tak disangka jadi sekeping duri yang menusuk di hati.

Di hari lain saya meneteskan air mata sambil meng-SMS suami agar lekas pulang. Mama terus mengingatkan agar saya kembali ke Rumah Sakit untuk memeriksa jahitan. Bahkan beliau setengah memaksa agar diantar Papa saja. Saya sedikit tersinggung karena bukankah itu tugas dan hak suami? Bukan lagi orang tua….

Baby blues memang terlihat sepele, namun memiliki efek dahsyat. Beruntung baby blues itu hanya saya rasakan selama beberapa jam. Ada ibu yang terus menerus baby blues sehingga menjurus pada depresi pasca melahirkan. Kok bisa?

Ibu juga manusia!

Ibu melahirkan masih merasa sakit pada jahitan (apalagi yang habis operasi sesar). Darah menetes hingga sebulan lebih. Belum lagi harus tetap strong karena harus menyusui, mengendong, memandikan bayi, dll. Kelelahan yang mendera ditambah dengan tidak adanya bantuan dari suami (yang sibuk kerja) atau ibu (karena tinggal di lain kota) atau PRT, akan membuat emosi negatif menumpuk.

Itu BAHAYA!

Pernahkah baca berita tentang ibu yang membunuh bayinya? Atau ibu lain yang menenggelamkan diri di bak mandi? Sepintas mereka terlihat baik-baik saja, namun jiwanya rapuh. Depresi karena hormonal, karena keletihan, apalagi OMONGAN NEGATIFdari tetangga membuatnya makin merasa gila.

Yuk Moms kita cegah baby blues dan depresi dengan cara ini.

  1. Makan

Ibu menyusui harus makan dengan teratur dan bergizi. Jika perlu, sebelum melahirkan sudah menelepon katering untuk berlangganan, jadi tidak repot memasak.  Ibu juga bisa isi saldo gopay atau ovo, dan kuota, untuk pesan delivery order.

Perlu dukungan suami juga agar istrinya bisa makan teratur. Kalau perlu disuapin ya Paak! Ingat, dia sudah berkorban nyawa, jadi sekarang perlakukan seperti ratu. Sediakan juga biskuit atau roti di kamar, jadi bisa buat cemilan saat menyusui.

  1. Setel Musik

Musik terbukti bisa menenangkan dan membuat mood ibu menyusui jadi lebih baik. Kalau ibu senang, ASI lancar, baby blues hilang. Jika tidak ada aplikasi seperti Spotify atau Joox, beli saja radio mini untuk jadi teman di dalam kamar. Musik lembut yang menenangkan juga bisa bikin baby berkurang rewelnya.

  1. Pengertian

Ini yang agak susah ya, kadang yang kurang pengertian malah keluarga dekat. Ibu menyusui harus banyak pantangan makanan, dilarang tidur siang, blablabla. Di sini peran suami juga wajib untuk menerangkan bahwa itu hanya mitos jaman dulu. Jika perlu kamar dikunci saat ibu tidur siang, jadi tidak ada yang mengganggu. Saat ada rezeki, maka lebih baik mengontrak sendiri daripada serumah dengan ibu mertua atau orang tua kandung, untuk meminimalisir interverensi.

  1. Hobi

Melakukan hobi bisa menjauhkan ibu menyusui dari baby blues. Kalau suka nonton, coba deh saat bayi tidur, nonton serial drama korea kesukaan, walau hanya 20 menit. Perasaan jadi bahagia, depresi juga berlari sendiri. Kalau hobinya jalan-jalan gimana? Ya, sekali-kali suami yang jagain anak di hari sabtu, gantian istrinya main ke Mall. Wkwkwk.

Inti dari cara menolak baby blues adalah adanya pengertian suami. Jadi dari awal nikah (bahkan sebelum nikah), coba tanya. Apa suami mau bantuin menggendong bayi, atau mencuci popok saat istri masih nifas? Harus ada kesepakatan. Bikin berdua, ngurusnya juga berdua dong.

Kalau dia cuek gimana? Jangan sedih ya, teruslah berdoa dan beri contoh pada suami bahwa istri juga masih perhatian, walau sekarang fokus mengurus jabang bayi. Lama-lama hatinya terketuk dan mau dimintai tolong untuk mengganti popok. Komunikasi dan curhat dari ke hati itu perlu, bukan dengan membentak atau ngambek sambil bilang, “Kamu gak pernah ngertiin aku!”. Langsung bilang saja deh maunya gimana.

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

 

 

Ada beberapa penyebab mengapa anak dicap sebagai ‘nakal’. Kata nakal di sini sengaja saya pasang di dalam tanda kutip, karena bagi banyak orang, anak yang tingkahnya aktif luar biasa itu nakal, padahal ia hanya butuh penyaluran energi yang tepat. Ketika anak mulai suka mengacak makanan, menjambak rambut, atau bahkan nekat memanjat jendela, jangan marah dulu. Ini beberapa penyebabnya.

  1. Lapar

Jangan emosi ketika anak membuka kulkas lalu meremas telur-telur ayam di dalamnya. Ketika sudah berceceran, tahan tangan agar tidak menghajarnya. Ingat, ia darah dagingmu, Bun! Mengapa tega kausakiti keturunanmu sendiri? Ketika ingin memaki, sebelum mengeluarkan berondongan kata-kata pedas, lebih baik pergi ke ruang lain untuk melampiaskan tangisan dan teriakan. Setelah tenang, baru dekati dia.

Bersihkan lantai dan kulkas yang bau amis dengan lap basah, lalu mandikan anak dengan tenang. Tanyakan baik-baik, mengapa ia malah mainan telur? Oh, bisa jadi ia lapar. Ia ingin memasak telur dan menirukan aksi bundanya di dapur, tapi belum tahu caranya, jadi diremas-remas saja.

Jarum jam menunjukkan angka 2, rupanya tingkahnya yang aktif membuatnya lekas lapar, padahal tadi sudah makan siang. Tawarkan untuk makan roti atau biskuit sebagai pengganjal perutnya. Setelah kenyang, bujuk untuk mau tidur siang.

  1. Cari Perhatian

Anak yang suka memanjat meja bisa jadi hanya mencari perhatian bundanya yang sedang asyik menonton video di gadget, hayo, siapa yang kadang kayak gini? Kadang anak hanya ingin disayang, diperhatikan oleh bunda. Akhirnya ia melakukan sesuatu agar sang ibu menoleh ke arahnya, walau hal itu belum benar. Misalnya sengaja mengacak-acak lemari, menumpahkan minuman, dan lain-lain.

  1. Bosan

Bisa jadi anak terlihat ‘nakal’ karena bosan. Sepanjang hari ia terkurung di rumah (karena belum bersekolah). Ketika anak mulai bertingkah, ajaklah jalan-jalan walau hanya di taman dekat rumah. Di sana, ia bisa berlari atau bersepeda untuk menyalurkan energinya.

  1. Cemburu

Anak terlihat ‘nakal’ dan suka mencubit adik bayi? Jangan emosi dulu bunda! Ia hanya cemburu karena semua orang memperhatikan adiknya, sedangkan ia dicuekin. Jadi, ketika sedang memberi ASI, usahakan untuk tetap menyayangi si kakak dengan cara mengelus kepalanya, mengajaknya mengobrol, dan lain-lain.

Ajaklah ia untuk turut belajar mengurus adik, misalnya dengan memilihkan baju, mengambilkan diapers, mengelap dengan tisu basah. Jadi, ia merasa diperhatikan dan sekaligus belajar bertanggung jawab dengan ikut merawat adik. Bisikkan bahwa bunda sayang semua, dan lama-lama ia akan mengerti.

Bagaimana bunda, siap mempraktekkan tips-tips di atas? Sekali lagi saya katakan, tak ada anak nakal. Adanya hanya anak yang bosan dan meminta perhatian. Kasih sayang akan melumerkan emosi negatifnya. Ayo peluk anak-anak sekarang juga.

Siapa ingin jadi selebgram? Keuntungannya adalah kita bisa mendapat endorse dan punya penghasilan tambahan. Cara menambah follower ada beberapa, seperti pansos alias panjat sosial. Seseorang berkomentar negatif di akun artis atau membuat postingan yang mengejek gaya hidup seseorang. Ingin terkenal di  Instagram tanpa memilih jalur negatif? Ini beberapa caranya.

  1. Menata Feed Instagram

Feed Instagram  apa sudah dirapikan? Cara menatanya cukup mudah, dengan mengedit foto, memberi bingkai, baru di-upload. Pilih bingkai yang sama atau warnanya senada antara satu foto dengan yang lain. Selain memberi bingkai,  juga bisa membuat background foto yang warnanya senada. Semua ini bisa Anda lakukan dengan aplikasi editing foto.

  1. Sering Sharing

Fasilitas Insta-story jangan diabaikan, karena kadang lebih banyak yang melihat foto atau menonton video di sana, daripada foto di feed Instagram. Bagikan ilmu di Insta-story, misalnya tips menata bahan makanan di kulkas, cara memilih tas kulit, dan lain-lain. Pilih background foto yang warnanya menarik dan tersedia banyak di Google image.

  1. Meng-upload Foto Sesuai Trend

Apa hal yang terjadi akhir-akhir ini? Misalnya Anda melihat berita Pekan Olahraga Pelajar Provinsi. Jika punya hobi menggambar, maka buatlah gambar maskot dari acara itu. Jangan lupa beri hashtag #Porprov. Jika ada yang mencari informasi di Instagram dengan hashtag tersebut dan menemukan karya itu, kemungkinan besar ia akan jadi follower baru.

  1. Menuliskan Hashtag yang Tepat

Hashtag atau tagar wajib menyertai sebuah caption foto. Tagar yang tepat juga bisa menambah follower baru. Misalnya, Anda  mem-posting foto bekal makanan, lalu memberi hashtag #bento #bekal #bekalsehat, dan lain-lain. Akan tetapi, jangan memberi hashtag terlalu banyak, misalnya sampai 30 buah, karena kurang efektif.

  1. Sering ikut Kuis dan Lomba

Ada banyak kuis dan lomba di Instagram dan ikutilah beberapa kuis yang sesuai minat Anda. Jika suka memasak, bisa mengikuti lomba resep masakan. Saat jadi pemenang, maka akan menambah follower baru. Bagaimana jika Anda belum menang? Akan ada juga follower baru yang tertarik dengan resep buatan Anda. Mereka tahu akun Instagram Anda dari hashtag wajib yang ada pada lomba resep tersebut.

  1. Mempromosikan Akun Instagram di Facebook

Anda juga bisa mempromosikan akun Instagram di status Facebook. Misalnya, Anda menulis status tentang tips membersihkan wajah dari riasan, lalu menambah kalimat promosi seperti “dapatkan tips lain di akun Instagram saya @cantikcantikku”. Teman Facebook yang belum mem-follow akan tertarik, lalu mengikuti akun Instagram milik Anda.

  1. Menjadi Diri Sendiri

Pernahkah Anda mendengar kasus seorang selebgram yang ternyata berbohong karena tidak menunjukkan kehidupan aslinya yang sederhana? Kita tak perlu menyewa tas branded atau berhutang demi liburan ke luar negeri, karena ingin memiliki foto yang bagus di Instagram. Saat menjadi diri sendiri dan menunjukkan kreativitas, maka follower akan bertambah.

Ada beberapa cara untuk menambah follower Instagram tanpa harus panjat sosial. Anda bisa mempromosikan akun Instagram di Facebook, mengikuti kuis, menata feed, dan menuliskan hashtag yang tepat. Jika kita sudah jadi selebgram, jadikan Instagram sebagai tempat untuk menuangkan kreasi, menambah teman, dan membaca tren terbaru.

 

Saat malam, mata terasa berat tapi tak  bisa tidur. Rasanya hidup ini sumpek, hutang di mana-mana, sudah kerja nyaris 11 jam sehari tapi kemakmuran belum menghampiri. Di saat hampir terpuruk, rasanya hati ini makin terhimpit. Doa-doa dilantunkan, Anda bersimpuh dan berharap ketenangan. Akan tetapi, batin masih sering sering bertanya, bagaimana cara untuk berbahagia?

Rasa bahagia makin langka, bagaikan emas yang harus didulang selama berhari-hari. Saat ingin meraih kebahagian, Anda berusaha sekuat tenaga. Semua target kerja dicatat dengan rapi, setiap peluang usaha yang menghasilkan uang juga dicoba. Ketika semua ikhtiar sudah dilakukan, tetap saja bahagia belum sudi untuk menghampiri.

Pengandaian Semata

Aku bisa berbahagia jika mendapat uang 100 juta. Jika aku beruntung saat mendapat warisan dan kaya mendadak, maka semua kesedihan akan sirna. Kita terus membayangkan kebahagiaan akan datang jika sudah sukses, jika sudah punya mobil, lalu lamunan-lamunan itu datang dan tanpa sadar malah menggerogoti hati.

Saat kita berusaha untuk bahagia, yang ada malah makin sengsara, karena membayangkan suatu hal yang belum terjangkau. Ketika standar untuk berbahagia sudah terlalu tinggi, kapan kita bisa merasakan kebahagiaan yang sejati? Pantaskah kita menyalahkan Tuhan yang dirasa tidak adil dalam membagi kebahagiaan pada setiap umat-Nya?

Jika sudah kaya, jika punya segalanya, jika keluarganya sudah pernah umroh, dan jika-jika lainnya malah membuat Anda menjauh dari kebahagiaan. Banyak orang mencari di mana muara kebahagiaan berada dan sayangnya kebahagiaan itu seakan identik dengan besarnya materi yang dimiliki oleh manusia.

Ketika Anda masih berandai-andai karena banyak keinginan yang belum terwujud, maka kebahagiaan tidak akan pernah menghampiri. Cobalah untuk membuang kata ‘jika’ agar terus berbahagia. Kata itu ringan diucapkan, namun efeknya sangat menancap dan bisa menggerogoti batin karena membuat manusia selalu berangan-angan dan mengeluh akan keadaannya.

Ketika belum punya mobil, maka tersenyumlah dan bersyukur bahwa Anda berbahagia karena bisa mengendarai sepeda motor ke kantor. Saat hujan turun, maka dengan enteng Anda memesan taksi online, alih-alih berpikir jika punya mobil pribadi maka akan selalu terlindungi dari segala cuaca. Mengubah mindset dari perasaan sengsara menjadi bahagia, bisa diwujudkan dengan mudah, asal Anda terus praktek dan melempar kata ‘jika saja’ dari pikiran.

Perasaan Bahagia Tidak Identik dengan Materi

Apa arti kebahagiaan sejati? Jika kebahagiaan diartikan dengan besarnya materi, maka kenyataannya ada orang kaya yang tidak berbahagia, karena saat pensiun tidak ada anak dan cucu yang menemani hari tuanya. Ada beberapa selebritis yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, karena ia tidak tahan mengalami tekanan publik. Kebahagiaan yang terpancar saat ia berfoto di depan mobil mewah miliknya, seakan hanya hal yang semu.

Kesenangan setelah belanja juga diartikan manusia sebagai kebahagiaan, padahal rasa senang hanya emosi sesaat. Ketika nekat memakai kartu kredit untuk memborong produk fashion terbaru di Mall, alih-alih merasa bahagia, Anda akan kena batunya. Uang menipis, tagihan belanja melonjak, tiap bulan diteror oleh penagih hutang. Saat berharap akan bahagia, nyatanya yang datang hanya kebingungan dan kekecewaan.

Ketika ada orang yang ingin mencari kebahagiaan dengan cara instan, misalnya dengan berburu suami yang kaya, maka ia akan cepat bosan karena rasa senang akan cepat menguap. Saat semua kafe sudah dikunjungi, lemari sudah berjejal dengan tas dan sepatu bermerek, ia bertanya-tanya apakah ini yang disebut dengan kebahagiaan?

Bahagia Adalah Realita yang Dihadapi

Bahagia adalah kenyataan hidup yang kita hadapi sehari-hari. Nikmati saja prosesnya. Perasaan bahagia sebenarnya sangat mudah dan bisa hadir setiap hari. Setiap pagi bisikkan kedalam hati, bahwa semua manusia berhak bahagia. Mengundang rasa bahagia itu sangat mudah, tersenyumlah dan lihat sesuatu dari kacamata positif. Nikmati realita yang ada.

Ketika rumah berantakan karena ulah si kecil, maka bayangkan kebahagiaannya saat bermain. Bersyukurlah karena dikaruniai anak yang aktif. Di lain hari, saat harus pergi ke tukang sayur padahal hari hujan, maka pikirkan wajah bahagia suami dan anak setelah menikmati masakan Anda. Keluhan hanya akan membuang semua rasa bahagia di dalam hati.

Cara Meraih Kebahagiaan Sejati

Bagaimana cara mencapai kebahagiaan sejati? Kenyataannya, hal ini sangat mudah untuk diraih. Jarak antara Anda dan kebahagiaan sejati sedekat antara jari manis dan kelingking. Ketika ingin meraih kebahagiaan, maka tersenyumlah dan lakukan hal-hal di bawah ini dengan rutin.

  1. Membuat Jurnal Syukur

Tuliskan hal-hal yang Anda syukuri di sebuah buku. Misalnya, Anda merasa bersyukur karena pagi ini masih punya tempat bernaung. Anda merasa tenang karena masih ada beberapa kilogram beras di dapur. Di garasi, ada sepeda motor yang siap dikendarai, walau usianya sudah lebih dari 10 tahun. Setelah menuliskannya, rasakan bahwa hati telah menghangat karena kebahagiaan yang merasuk di dalamnya.

  1. Mengubah Pola Pikir

Bahagia bisa dirasakan setiap saat, asal Anda bisa mengubah pola pikir menjadi positif. Ketika kemeja ketumpahan kopi, maka pikirkan senyuman karyawan laundry yang mendapat rezeki saat mencuci baju Anda. Saat gas elpiji habis jam 9 malam dan Anda tidak bisa menggoreng telur, maka ini adalah cara untuk berbagi kebahagiaan dengan kurir makanan dan warung, ketika Anda memesan delivery order.

  1. Jangan Membandingkan dengan Orang Lain

Kesuksesan orang lain sering membuat iri dan tak sadar telah menggerus kebahagiaan kita. Jangan pernah membandingkan nasib dengan orang lain, karena bisa jadi ada hal yang tercerabut darinya saat sudah meraih bahagia. Ada yang mendapat gaji puluhan juta, tapi diam-diam suaminya selingkuh. Rumput tetangga bisa terlihat lebih hijau, padahal itu rumput sintetis. Jadi, siramilah rumput kita sendiri dengan terus bersyukur dan fokus pada tujuan hidup

  1. Bahagia Itu Diciptakan

Ketika berharap kebahagiaan dari orang lain, misalnya keadaan jika istri memijati Anda sepulang kerja, atau jika suami memberi kejutan berupa cincin berlian, maka Anda akan merasa kebahagiaan itu sangat jauh. Ingatlah terus untuk membuang kata ‘jika’, dan ciptakan kebahagiaan sendiri. Tak ada salahnya sesekali Anda membeli kue ketika hati sedang penat, lalu menghirup kopi hangat di sore hari.

Bahagia sangat mudah untuk diraih, ketika Anda mampu untuk terus sabar, bersyukur, dan mengubah pikiran jadi positive thinking. Enyahkan pikiran “jika saja aku kaya maka akan bahagia’ jauh-jauh. Bahagia bisa datang jika Anda mengusahakannya. Nikmati proese untuk sukses dan bahagialah dengan menghadapi realita yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hola!

Akhirnya update blog juga :D. Selama ini ngapain aja sih, hibernasi sekian bulan?

Maaf yaa, saya ada banyak sekali proyek di tempat lain jadi jarang ngeblog.  Tahun depan insyaaAllah mau rajin ngeblog lagi.

Kali ini mau cerita yang ringan-ringan aja. Hidupku di tahun 2018, kalau diibaratkan rasanya nano nano. Amazing!

Pertama, saya jadi tahu bahwa batasan itu dibuat oleh otak. Kalau kita bilang kemampuan hanya sampai 25 ya mentok segitu aja. Ternyata kalau dinaikin jadi 80 ya kuat-kuat aja.  Jangan pernah batasi kemampuanmu, asal tetap dalam hal positif.

Kedua, saya bersyukur bisa kerja remote dari rumah. Meskipun dianggap pengangguran, harus mengerjakan 3 bahkan 4 hal sekaligus dalam 1 waktu. Tetap disyukuri, gak usah ninggal anak dan tetap dapat pemasukan.

Terakhir, saya belajar untuk hidup lebih sederhana. Kalau bikin mie dengan topping jamur udah enak, mengapa harus beli ayam? Lebih baik uang buat beli ayam ditabung aja buat biaya pendidikan Saladin. Enak gak enak bukan tergantung dari mahalnya bahan makanan, tapi pintar-pintarnya mengolah bumbu.

Hihih maaf sok iye ya nulisnya. PAdahal kadang gak masak demi ngejar deadline kerjaan. Diusahakan lah 2019 lebih bisa ngatur waktu dan semangat kerja lagi. Saladin juga udah SD, jadi punya banyak waktu buat nulis, horee!

Kalau teman-teman bagaimana, apa hal berkesan tahun 2018?

Rasa kantuk yang menggelayut di mata sudah teracuhkan. Dengan tekun kuketik huruf demi huruf untuk membuat sebuah tulisan. Aku menulis artikel kesehatan untuk cara menjaga stamina. Sesekali suara cicak memeriahkan keheningan. Jam berdentang tiga kali. Sudah beberapa jam aku menulis hingga larut malam. Bantal sudah memanggil, namun saya harus menyelesaikan tulisan ini..

Siapa suka begadang? Di malam hari suasana memang lebih sepi dan syahdu. Sebagai penulis lepas dan blogger, saya lebih suka bekerja di malam hari, karena bisa lebih bebas menulis. Karena di siang hari tentu saya sibuk beres beres rumah dan mengasuh putra saya, Saladin, yang berusia 6 tahun.

Dalam sunyinya malam, saya bisa berkonsentrasi menulis. Tak ada rengekan bocah yang minta dibuatkan minuman hangat atau raungan sepeda motor dari tetangga sebelah. Saya tipe orang audio yang bisa langsung terganggu jika ada keramaian.

Sebenarnya saya juga bisa menulis saat Saladin bersekolah. Ada waktu sekitar 2 jam di pagi hari. Tapi kadang tidak bisa maksimal bekerja, karena kadang harus diburu waktu. Harus memasak untuk makan siang, menjemur pakaian, dan lain lain. Jadi saya kembali ke rutinitas begadang. Dan harus pintar mencari cara menjaga stamina.

Sekali begadang karena mengejar deadline, jadi ketagihan. Saat Saladin sudah terlelap, saya nyalakan laptop lalu jari jari ini menari di atas keyboard. Jadilah satu-dua tulisan yang akan ditampilkan di blog, atau dikirim ke media massa. Kegiatan menulis ini baru berhenti jam 12 malam, bahkan bisa jam 2 pagi jika belum menyelesaikan target tulisan.

Apa yang terjadi saat saya terbiasa begadang selama bertahun-tahun? Ternyata durasi tidur yang hanya 4-5 jam di malam hari membuat stamina menurun drastis. Di siang hari, tubuh menjadi lemas karena kurang istirahat. Bagaimana cara menjaga stamina?

Saya ingin sekali untuk berbaring dan memeluk bantal di siang hari, walau hanya 30 menit. Tapi Saladin susah sekali diajak tidur siang. Sepulang sekolah, ia langsung antusias bermain di halaman samping rumah yang luas. Kadang memanjat pohon mangga lalu berlari mengejar anak ayam. Saat kurang tidur, saya jadi tidak fokus saat menemani Saladin bermain. Pernah ia ketahuan menyebrang jalan sendiri, untungnya tidak keserempet sepeda motor.

Ketika badan kelelahan karena ingin tidur siang sementara yang ada di pikiran hanyalah deadline, stress mulai menyerang. Ternyata salah satu penyebabnya adalah durasi tidur yang kurang. Idealnya manusia tidur selama 7-8 jam sehari. Jika kurang, akan ada banyak penyakit yang menghinggapi.

Terlalu banyak begadang bisa menyebabkan masuk angin, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan hepatitis. Saya tak menyangka bahaya begadang bisa sebanyak itu. Saat tidur malam, tubuh manusia meregenerasi sel dan membuang sisa racun. Jika jam tidur berkurang drastis, fungsi organ dalam akan berkurang karena kurangnya regenerasi sel. Tidur cukup adalah salah satu cara menjaga stamina.

Apa saya mau terkena penyakit hepatitis karena suka begadang? Tentu tidak. Jadi ketika tidak ada deadline, saya jauhkan segala gadget, lalu bertekad untuk tidur sebelum jam 9 malam. Jika laptop atau handphone masih menyala, bisa-bisa saya begadang lagi untuk menonton film atau membaca komik, mumpung tidak ada deadline. Padahal seharusnya begadang boleh saja, kalau ada perlunya (seperti kata Bang Rhoma Irama).

Selain mengurangi begadang, saya juga menjaga asupan makanan dan minuman, agar tidak terkena hepatitis. Minum air putih 8 gelas dalam sehari, makan sayur dan buah, juga mengurangi konsumsi gorengan. Lalu ada minuman yang rutin saya minum untuk cara menjaga stamina sekaligus mencegah kerusakan hati, yaitu herbadrink sari temulawak.

Exif_JPEG_420

Minuman Sehat Untuk Teman Begadang

Teman teman pernah minum jamu temulawak? Sekarang ada sari temulawak dari herbadrink. Minuman herbal enak ini rasanya manis dan segar banget. Gak ada sensasi pahit khas jamu. Cara menyajikannya juga praktis sekali, sobek satu sachet herbadrink temulawak, lalu campur dengan 150 cc air hangat. Atau bisa juga dicampur dengan air dingin.

Begitu meluncur di tenggorokan, nyess, segar dan enak. Gak berasa minum jamu. Sudah nikmat, berkhasiat pula. Oktober ini hujan belum turun juga, jadi di siang hari saya sedia air es dicampur dengan herbadrink sari temulawak. Lebih sehat bukan? Walau sering begadang, badan jadi lebih segar dan kuat.

Dilansir dari wikipedia, temulawak berkhasiat sebagai hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah. Dengan minum herbadrink sari temulawak dengan teratur, bisa mengobati hepatitis.

Karena temulawak bisa meningkatkan selera makan, saya juga berikan herbadrink sari temulawak pada Saladin. Dia doyan banget lho, lihat fotonya, sampai wajahnya tak terlihat. Saking asyiknya minum 😊. Minuman herbal enak ini bisa diminum anak kecil sampai orang dewasa. Ini cara menambah nafsu makan anak tanpa harus memaksanya makan banyak.

Exif_JPEG_420

Setelah rutin minum , nafsu makannya makin baik dan ia tak lagi pilih-pilih makanan. Mau makan dengan lauk tempe atau telur ceplok pun ayo aja. Biar lebih enak, herbadrink sari temulawak yang ditambah dengan air dingin bisa ditambah satu sendok makan madu.

Herbadrink sari temulawak bisa didapatkan di apotik atau minimarket terdekat. Ada beberapa varian seperti herbadrink sari jahe, sari temulawak, dan sari lidah buaya. Ingin tahu cara menjaga stamina, hidup sehat, mengobati hepatitis, dan menambah nafsu makan anak? Minum herbadrink.

No!

No way, Mum!
He was taking a pillow and covered his face. Then my mission failed. Saladin was sleeping-again. He cut the class fluently!

Screenshot_2018-07-26-11-37-36
What should I do?
Forcing is not an answer. He will hate school activity.

Then, I let him take a rest. In the end of the day, he wrote some letters happily.

Maybe, he was getting bored with school activity. Or he wanted to extend his sleep because of cold weather.

Then I told him that he should go to school, tomorrow.

Parenting is easy? Hmm..We just need strategy and flexibility.

What do you think?

Sometimes you have to force yourself? Why?

Because lazyness and ‘save zone’ will kill you as soon as possible.

This July, the weather is very cold. Sometimes I have to force myself to wake up early, then praying.

If I choose to sleep, Saladin will be late. Because his school is so far far away.

Then I think it every morning. I have to force myself to wake up early, to work perfectly, etc.

If I want to be succeed, i have to move–fast-fast-fast….go go go..

(I just want to motivate myself)

 

After 7 years of marriage, I realize something: why I have to tell every single thing to him? (husband)

Because he is my husband.

He has to know everything, my past, my wants, my jobs.

Well, actually I do not tell every little thing to him. At least i try to tell 90% truth to him.

And what about the 10%?

It’s not a secret. It’s something that he doesn’t want to hear. For example: my chat with besties, etc.

What do you think? Do you tell everything to your spouse?