Dulu saya pernah dapat cerita dari seorang ibu, kalau penghuni RSJ itu cantik dan ganteng. Mengapa mereka gila sehingga harus dirawat di sana? Karena putus cinta. Oh, cinta, deritanya tiada akhir..

Jadi ternyata gila dan tidak gila itu batasnya setipis kertas. Jika anda nerimo, legowo, ikhlas dengan segala cobaan yang dilalui, insyaAllah tidak akan jadi gila. Bahkan bisa tambah maju dan tegar. Bukankah Allah sellau mendengarkan doa hamba-Nya?

Tapi ikhtiar itu tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu dan proses, serta penerimaan diri. Nerimo, itu bahasa jawanya.

Ikhlas. Hanya lima huruf tapi apa sudah dilakukan? Ikhlas beda dengan cuek lho. Kalau cuek bernada negatif. Anda bisa cuek dan tutup kuping, tapi hati dongkol. Anda ingin ikhlas? Saya belum 100% bisa. Ajarin yaa..

Peringatan: jangan dibaca! Nanti ikutan gila!

Saya pernah baca bahwa setiap orang punya potensi untuk menjadi gila. Gak percaya? Lihat ke Mall, ada yang menenteng dua puluh tas belanja (gila belanja). Ada yang suka jalan jalan ke luar negeri, demi menonton klub bola kesayangannya (gila bola). Si gila akik suka berburu sampai ke Martapura. Dan masih banyak contoh lainnya. Anda masuk yang mana? Segila gilanya orang gila gak akan ngaku kalau dia gila.

Kadang kegilaan akan sesuatu juga bermanfaat. Si gila belanja barang branded bisa jadi konsultan fashion atau pembelanja pribadi. Anda gila buku? Buku yang menumpuk dijual aja, jadi book seller. Ada pula orang yang gila kereta api, lalu dia menikah di atas KA. Dan masuk rekor MURI. Asyik kan! Yuk jadi orang gila…Eh, maksudnya yuk jadi gila yang positif.

‘Dibawa lari?’. Hanya itu yang bisa saya ucapkan, saat suami memberi tahu bahwa mesin cetak menghilang dari workshop. Hal itu terjadi di tahun 2014, namun masih membekas sampai sekarang. Kehidupan keluarga kecil kami bagai jatuh ke jurang. Dan kami masih bergelut dari kejaran debt collector.

Setelah tiga tahun membuka percetakan, akhirnya kami membeli mesin cetak. Tapi semua kandas saat seorang partner menggondol mesin itu. Padahal kami sudah membelinya, tunai. Dia tak punya hak untuk membawa pergi, seenaknya. Sampai sekarang begundal itu menghilang ditelan bumi.

Celakanya, uang untuk membeli mesin cetak itu adalah hasil berhutang di bank. Tiap bulan kami pontang panting membayar 1,5 juta. Tanggal 23 seakan akan jadi kiamat, karena terlambat bayar sehari saja, debt collector akan meneror.

Suami akhirnya mencari pekerjaan sampingan. Dia pernah jadi karyawan pabrik karet, tukang sembelih ayam, bahkan kuli bangunan. Uang sudah terkumpul, tapi percetakan ketereran. Akhirnya Royal Corps Percetakan ditutup sejak awal tahun 2016.

Uang, uang, dan uang
Hanya itu yang saya pikirkan. Kapan kami bisa bebas hutang, dan mengontrak rumah sendiri? Saat ini Mama kandung masih berbaik hati menampung kami. Tapi sampai kapan?

Jika saya kerja kantoran, tak ada yang sanggup menjaga Saladin yang super aktif. Mau mengajar pun tak punya akta 4.

Akhirnya saya hanya bisa menangis di kamar, berteman lantunan ayat suci. Sibuk menyalahkan diri sendiri, betapa bodohnya aku! Lebih baik menyusul alm Uti ke alam baka.

Mungkinkah ini yang dinamakan depresi? Saladin saya pukul hanya karena ia melakukan kesalahan kecil. Dan saya mulai berimajinasi untuk mengambil pisau, lalu menancapkannya ke punggung suami, karena dia yang membuat saya menderita. Tidaaak !

Untung banyak teman di dunia nyata maupun dunia maya yang mendukung. Mereka mengirim lagu penenang, bahkan ada yang memberi hadiah buku motivasi. Depresi bisa dilawan, asal saya bisa menghentikan serangan cemas, dan mau berubah jadi lebih baik.

Alhamdulillah sekarang saya kembali menemukan rasa percaya diri setelah mengajar. Seorang rekan blogger mengajak saya jadi bagian di sebuah kursus bahasa inggris online. Semangat murid-murid untuk belajar membuat saya sadar. Bahwa motivator terbesar adalah diri sendiri. Kebahagiaan sejati itu ada di hati. Hati yang tetap sabar, saat badai mendera.

Pak Tua

Melihat sang istri muda

megal megol di lantai dansa

instruktur mengajar salsa

 

Pak tua

Turun ke lantai dasar kembali membuat

adonan daging bundar bundar

 

Hanya bakso jadi kawan setianya

Istri tua berjualan es

Sudah tak peduli pada nasibnya

Sakit hati

Setelah ditinggal kawin lagi

Berkali kali

 

Istri muda berdansa

Istri keberapa?

Keempat !

Oh tidak !

Dimana istri kedua dan ketiga?

Entah

Mungkin kita harus bertanya

Pada pak tua

 

Pak tua

Sudahlah…

Judul: Brisbane
Subjudul: Pesan Cinta Terhalang
Penulis: Leyla Hana
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan : 1, oktober 2014
Tebal: 207 halaman
ISBN: 978-602-242-492-5

Apa yang kau lakukan jika kau menyayangi adik perempuanmu sendiri? Bukan sebagai saudara kandung, tapi sebagai seorang wanita. Itulah yang dirasakan Raka. Remaja 17 tahun ini merasa ada yang aneh ketika berdekatan dengan Anggia, adik kembarnya.

brisbane

Anggia dan Raka bukan kembar identik, jadi wajar kalau banyak orang heran ketika tahu bahwa mereka kembar. Raka berkulit putih, mirip ayah bundanya. Sedangkan Anggia hitam manis.

Walau hitam manis, Anggia tidak minder. Ranking 1 selalu diraihnya. Sedangkan Raka tidak terlalu suka belajar, bahkan PR-nya selalu dikerjakan Anggia.

Kakak beradik ini tak terpisahkan, sampai Anggia ingin kuliah di Brisbane, Australia. Raka shock karena ia tak pernah berpisah jauh dari adiknya. Sedangkan Anggia ingin membuktikan bahwa ia bisa hidup mandiri, dan mendapat perhatian dari sang Bunda.

Sejak mereka kecil, Bunda agak pilih kasih. Raka minum asi, sementara Anggia minum susu formula. Raka lebih disayang , bahkan agak dikekang.

Akhirnya Anggia dapat beasiswa untuk kuliah di Brisbane, dari kantor Pak Rahman, ayahnya. Bu Lidya, bundanya, menangis, mengapa Raka kalah cerdas dengan adiknya? Namun ia mengikhlaskan kepergian Anggia.

Bagaimana dengan Raka? Diam diam ia menyusul ke Brisbane. Sang Bunda menangis pilu, karena anak kesayangannya menghilang. Pak Rahman sebenarnya tahu, Raka ada dimana. Tapi ia bingung, akankah berkata jujur pada istrinya?

Sementara di Brisbane, Raka baru sadar bahwa ia tidak bisa survive karena terbiasa dimanja. Apalagi ia tak bisa bicara dalam bahasa inggris dengan lancar. Di Hostel, ia bertemu Phillipe, anggota band The Black Head, dan langsung menawarkan diri untuk jadi asisten mereka.

Suasana Brisbane yang hangat tak bisa menenangkan hati Anggia, karena Raka menghilang. Gia menerima tawaran sahabat barunya untuk liburan di Gold Coast. Ternyata di sana ia bertemu dengan, siapa hayo? Akankah ia tahu yang sebenarnya? Mengapa Bunda pilih kasih?

Saat novel ini tamat, saya berkata ‘haa, segini aja?’. Endingnya menggantung. Semoga ada terusannya.

Asyik sekali membaca buku ini, hanya butuh beberapa jam untuk menamatkannya. Setting Brisbane benar-benar kuat, seolah-olah pembaca berada di sana.

Saya pun heran ketika ada pembaca lain yang bilang kalau buku ini hanya berisi 50% setting Brisbane. Lho, justru setting yang jadi salah satu kekuatan novel. Pasti dia belum pernah baca karya NH Dini.

Overall, novel ini almost perfect.

Sukses untuk mbak Leyla Hana

Kemarin ada satu teman saya yang memberi informasi bahwa ada agency yang butuh jasa penulis konten untuk websitenya. Saya lalau meluncur ke tkp, dan ternganga.
Bagaimana tidak, satu tulisan dengan panjang 250 kata hanya dihargai 3.000 rupiah?? Kalau dibelanjakan, hanya bisa mendapat dua ikat bayam.

Saya semakin shock ketika membaca persyaratannya, harus pintar seo, dan bekerja di bawah deadline ketat. Ya, berarti mereka butuh seseorang yang bisa menulis
setidaknya lima artikel per hari. Semakin panjang artikel, semakin banyak honornya. Tapi paling banter cuma 25.000/1.000 kata.
Sebegitu murahkah honor penulis konten? Dulu sempat ada teman yang minta tolong saya menulis satu artikel untuk websitenya, alhamdulillah saya diberi fee 16.000
rupiah. Kalau job review juga lumayan kan, minimal 50.000 rupiah. Tapi kalau dibayar 3.000? Sungguh teganya dirimu, teganya teganya. Ingin saya
bicara di depan mukanya (pakai toa), “Mas, saya tuh kuliah teori sastra sampai 5 tahun dan jungkir balik, eh honor tulisan saya cuma bisa buat belanja sayuran?

Kalau begitu, lebih baik jadi translator, satu halaman dihargai minimal 15.000, kalau jadi penerjemah tersumpah bisa dihargai sampai 100.000. Atau optimisasi blog
sendiri, traffic naik, jadi job review pun berdatangan.

Kalau cari dollar bagaimana? Menurut beberapa sumber, satu artikel bisa dihargai 2 $, lumayan lah 26.000. Kalau mau serius jadi content writer berbahasa inggris, klik
saja upwork.com.

Ya, dulu saya suka menulis walaupun tanpa dibayar, karena hanya menyalurkan hobi. Tapi sekarang karena berusaha jadi penulis profesional, harus cari cara agar bisa
eksis..eh…Maksudnya re branding dari pengusaha jadi penulis. Kalaupun diminta mengajar, saya lebih suka berada di kelas writing, bukan grammar.

Tolong hargai penulis dan penerjemah karena mereka bukan sekedar tukang ketik, bukan mesin yang bisa bekerja cepat seperti G translate. Tapi butuh imajinasi dan
perasaan untuk membuat sebuah karya.

Bagaimana pendapatmu?

 

 

 

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Bibir nyinyir melambai lambai. Dan aku siap dengan pisauku.

Kau menggoda serupa rujak cingur.

Lidah lebih tajam daripada pedang?

Bibir, lidah, sama saja.

Membuatmu masuk neraka.

Jika kau tidak hati-hati menggunakannya.

 

 

Pemanasan untuk ink october..