No!

No way, Mum!
He was taking a pillow and covered his face. Then my mission failed. Saladin was sleeping-again. He cut the class fluently!

Screenshot_2018-07-26-11-37-36
What should I do?
Forcing is not an answer. He will hate school activity.

Then, I let him take a rest. In the end of the day, he wrote some letters happily.

Maybe, he was getting bored with school activity. Or he wanted to extend his sleep because of cold weather.

Then I told him that he should go to school, tomorrow.

Parenting is easy? Hmm..We just need strategy and flexibility.

What do you think?

Advertisements

Sometimes you have to force yourself? Why?

Because lazyness and ‘save zone’ will kill you as soon as possible.

This July, the weather is very cold. Sometimes I have to force myself to wake up early, then praying.

If I choose to sleep, Saladin will be late. Because his school is so far far away.

Then I think it every morning. I have to force myself to wake up early, to work perfectly, etc.

If I want to be succeed, i have to move–fast-fast-fast….go go go..

(I just want to motivate myself)

 

After 7 years of marriage, I realize something: why I have to tell every single thing to him? (husband)

Because he is my husband.

He has to know everything, my past, my wants, my jobs.

Well, actually I do not tell every little thing to him. At least i try to tell 90% truth to him.

And what about the 10%?

It’s not a secret. It’s something that he doesn’t want to hear. For example: my chat with besties, etc.

What do you think? Do you tell everything to your spouse?

Beberapa hari ini timeline fb dipenuhi status tentang pendaftaran siswa baru. Lalu ada beberapa teman yang mengeluh, karena murid yang jelas jelas mampu, bisa masuk sekolah yang disukai, hanya berbekal SKTM.

SKTM= surat keterangan tidak mampu. Miskin. Sebenarnya apa arti miskin? Kalau kemana mana pakai sepeda motor matic, punya anting emas, apa gak malu minta SKTM? Bahkan ada yang masih minta jatah beras zakat, padahal dia datang ke masjid naik motor baru.

Jangan sampai kita terjerumus dan punya mental miskin. Beasiswa yang harusnya hak dari mereka yang membutuhkan, malah diembat. Menjelang lebaran, sibuk ke sana sini demi mendapat THR yang bukan haknya.

Satu lagi yang sering dilakukan adalah menodong. Minta oleh oleh pada teman yang sedang travelling. Padahal ia menabung berbulan bulan demi biaya jalan jalan. Atau minta traktir pada teman yang sedang berulang tahun.
Saat mengasuh anak, ada pesawat terbang yang lewat. Lalu kita ajari nak, tuh ada pesawat. Pesawat, minta duit dong!. Duitnya siapa coba? Ini ajaran dari mana sih. Apa benar dulu ada pesawat terbang yang hobi kasih uang?

Walau konteksnya hanya bercanda, tapi secara tidak langsung itu menanamkan sesuatu di alam bawah sadar kita. Mental peminta minta. Mental miskin. Akhirnya? Miskin beneran. Tidaak!

Jadi gimana caranya biar kaya? Ya mindsetnya harus diubah. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?

Orang yang bermental kaya gak akan ngaku ngaku miskin dengan membuat SKTM. Atau bingung cari THR.

Mereka yakin bahwa rejeki itu ada dan sudah disiapkan oleh-Nya. Jika mau berusaha dan bekerja keras. Bukan dengan cara meminta pada manusia.

Omong omong, anda punya akun telegram? Coba join channel-nya Pak Mardigu Wowiek. Ilmunya luar biasa. Berasa kuliah ekonomi, lalu manggut manggut. Ooh, cara pikir orang kaya memang beda. Beliau mengajak kita untuk selalu bermental kaya. Atau ikuti saja tagar #tajirmelintir dan #sadarkaya di instagram.

Jadi mau bermental miskin atau kaya? Saya yakin anda memilih yang terakhir.

 

 

Sebagai blogger, tentunya kamu suka nulis kan? Tapi kadang kita bingung, mau nulis apa lagi? Begitu ad ide, eh tulisan gak jadi jadi. Padahal sudah lebih dari 2 hari.

Sebenarnya ada banyak cara agar tulisan cepat selesai. Seperti ini:

a. Tetapkan deadline

Deadline membuat kita lebih disiplin. Serius! Walau nulis untuk media online atau offline (yang gak ada deadline), coba buat deadline sendiri. Misalnya, dalam sehari harus nulis minimal 500 kata.

Kalau sudah melewati deadline, baru boleh jalan jalan. Asyik kan.

b. Nulis dulu, edit kemudian

Yang bikin tulisan tak kunjung selesai adalah, setelah nulis, lalu dihapus. Kapan selesainya?

Jadi, tulis saja, kalau bisa jangan lihat ke layar laptop. Fokus pada keyboard dan ide tulisan. Setelah selesai, baru edit typonya, dan juga perhalus tulisannya.

c. Jauhkan dari sosmed dan chat

Apa yang bikin konsentrasi terbagi? Tiba tiba hp bergetar, ada chat yang masuk. Jadi untuk sementara, hpnya di-silent saja ya. Matikan akses internet untuk sementara.

Kalau kamu butuh referensi, cari dulu datanya. Baru matikan aliran internet. Nulis deh.

d. Apa manfaatnya bagimu?

Apa manfaat menulis bagimu? Sebagai obat stress, atau bahkan sarana mencari uang?

Cari alasan alasan untuk tetap menulis. Maka motivasimu akan bangkit.

Jadi, tunggu apalagi? Nulis yuuk.

Hari Senin tanggal 22 Januari 2018 kemarin, saya berkesempatan naik bus MACITO (Malang City Tour) bersama teman-teman sekelas di TK-nya Saladin. Sebenarnya, sang mama gak boleh ikut. Tapi saya malah disuruh ikut, karena harus jagain Saladin yang super aktif. Makasih ya nak, Mama diajak jalan-jalan.

Kami berangkat jam 7:30 pagi dari parkiran Tawira (Taman Wisata Rakyat) di belakang Balai Kota Malang. Bus bertingkat dua yang berkapasitas 40 orang dewasa langsung diserbu anak-anak. Karena penumpangnya kecil, bus ini bisa memuat 70 anak TK.

Lenovo_A1000_IMG_20180122_072817.jpg

Selfi dulu kita

Bus melaju melewati balai kota, menuju Jalan besar Ijen. Di sana, bus berhenti di depan Musium Brawijaya. Anak anak turun dari bus, lalu foto bersama. Sayangnya, Saladin tantrum karena dilarang naik di bagian atas bus. Jadi gak ada fotonya, hehehe.

Lenovo_A1000_IMG_20180122_082543.jpg

Ini dia bisnya. Banyak anak menamai MACITO dengan Rogi, karena warnanya hijau, mirip bus Rogi di serial Tayo.

Karena tidak tega, akhirnya salah satu guru mengizinkan Saladin naik ke atas bus. Saya pangku Saladin dan memeganginya erat erat. Bagi anda yang membawa anak kecil,jangan khawatir, karena di bagian bawah dan atas bus ada seatbelt di masing masing kursi. Pagar pengaman di bagian atas bus juga lumayan tinggi, sekitar satu meter. Jadi aman, walau anak-anak dilarang keras berdiri dan harus diawasi oleh orang dewasa.

 

Lenovo_A1000_IMG_20180122_083530.jpg

Ini pemandangan bagian atas bus. Yang terfoto itu salah satu guru Saladin, namanya Bu Fitri. Cantik ya :).

Kami melanjutkan perjalanan mengelilingi pusat kota Malang, berputar di dekat Gereja Jl Ijen, melewati Jl Bareng Kartini, dan berbelok ke arah Pasar Besar Malang. Di atas bus rasanya semriwing. Sejuk dan menyegarkan, apalagi cuaca pagi itu sangat cerah.

Akhirnya bus kembali lagi ke belakang balaikota. Perjalanannya hanya sekitar 90 menit saja. Saladin menangis karena tidak mau turun dari bus, hehehe.

Kalau mau naik MACITO, datang saja ke loketnya di dekat parkiran Tawira. Bukanya pukul 7 pagi, dan bus ini gratis. Tapi kalau mau naik rame rame dengan rombongan sekolah, harus booking dulu minimal 3 bulan sebelumnya.

Kamu suka naik bus? Kalau berwisata ke Malang, naik MACITO yuk!

Pernahkah hiatus alias vakum? Dalam hal ini, saya berbulan-bulan tidak menulis di blog. Di sini maupun di blog satunya yang sudah TLD.

Katanya mau jadi penulis, jadi blogger profesional? Kok gak nulis? Plaaak! Slap to myself.  Memang,terlalu banyak excuse atas kelalaian ini. Salah satunya adalah perkara gadget. Saya terlalu combonk untuk belajar menulis pakai hp. Padahal sudah banyak blogger lain yang mahir menulis via gawainya. FYI, laptop saya yang dibeli tahun 2008 kondisinya sudah mengenaskan. Kabelnya terkelupas, abjadnya sudah diambil paksa oleh…Saladin.

Saladin juga menjadi salah satu alasan vakumnya dua blog utama saya. Dua minggu sebelum ramadhan, saya mendapat pinjaman laptop dan bertekad menulis lagi. Lalu..hening. Tiga menit kemudian…”Mama..TOLOONG!”. Hah? Di mana Saladin?

Ternyata ia sudah berada di luar rumah, loncat jendela. Di lantai DUA. Huaaa. Untung dia menginjak genteng, jadi ada pijakannya. Astaghfirullah.

Itulah nikmatnya punya anak super aktif, harus siaga setiap saat. Tapi tetap saja ada yang harus dikorbankan. Salah satunya adalah kegiatan menulis. Saat dia tidur, maunya saya mencicil nulis 1-2 paragraf. Tapi seringnya sudah teler dan ikut ketiduran. Kapan nulisnya? Mewek dehh.

Blog TLD yang domain-nya hadiah dari seorang kawan yang baik hati ini bikin saya senang sekaligus stress. Senang karena akhirnya punya dot com sendiri. Gak perlu digusur gusur kayak jaman multiply dulu.

Tapi saya jadi terpacu untuk menulis. Duh, nulis apa ya minggu ini? Berapa viewer dan commentatornya? Domain authority ku berapa? Dll, dst. Jadinya saya hanya memikirkan SEO.

Dan lupa akan kesenangan menulis.

Terseret dalam kebosanan. Menulis-share link, balas komen-balik BW. Begitu terus.

Lalu saya analisa. Hmm, kalau bosan menulis di blog, harusnya saya banting setir nulis cerpen untuk media lagi. Atau menulis di wattpad. Atau di instagram lalu share di tumblr.

Senin depan Saladin sudah masuk TK. Jadi saya punya waktu 2-3 jam untuk me-time dan menulis. Horee..

Semoga bisa istiqamah menulis lagi.